
Dr. Harits Setyawan, S.Pd., M.Pd., dalam Seminar “Dari Kampus untuk Dunia: Membangun Budaya Menulis dan Publikasi Buku di Kalangan Mahasiswa”
Kamis, 24 September 2026, Itera Press dan IKAPI Lampung berkolaborasi menyelenggarakan seminar bertema ” Dari Kampus untuk Dunia: Membangun Budaya Menulis dan Publikasi di Kalangan Mahasiswa”. Seminar tersebut ditujukan untuk mendukung optimalisasi potensi publikasi buku di perguruan tinggi. Dr. Harits Setyawan, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa rasio ideal dosen dan mahasiswa yaitu antara 1: 20 hingga 1: 30 sesuai dengan bidang ilmu. Apabila 4 orang dari mahasiswa-mahsiswi tersebut menerbitkan buku, kampus telah meningkatkan publikasi 4 kali lipat dari jumlah publikasi yang dihasilkan oleh dosen. Harits menyadari potensi tersebut ketika ia menjadi Pimred Itera Press pada tahun 2020 -2021.
Pada saat itu, target publikasi yang dipercayakan kepadanya adalah Itera Press mampu menerbitkan ininimal 20 buku ber-ISBN dalam kurun waktu 1 tahun. Untuk mecapat target publikasi tersebut, Harits mengundang rekan-rekan dosen di prodi di mana ia bertugas dan prodi-prodi lain di kampus Itera untuk menerbitkan buku. Tidak hanya itu, ia juga melakukan sosialisasi ke kampus-kampus lain bahwa telah berdiri penerbit kampus Itera yang akan membantu dosen-dosen dalam menerbitkan buku. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Bahkan, 3 buku pertama Itera Press harus ditulis oleh Harits dan rekannya agar Itera Press dapat mendaftar sebagai anggota IKAPI. Akhirnya di tahun itu, yakni 2020, Itera Press hanya berhasil menerbitkan 3 buku ber-ISBN.
Suatu ketika setelah kelas, di lemari prodi, Harits melihat plakat penghargaan yang diperolehnya sebagai narasumber dalam kegiatan berjudul “Pelatihan Kepenulisan Sastra Kreatif” yang diselenggarakan oleh Komunitas Aspirasi Kepeminatan Sastra Itera (Aksara) pada 2 April – 15 Mei 2019. Ia tersadar bahwa menulis adalah sarana mengekspresikan diri dan hobi yang menyenangkan tidak hanya bagi dosen tetapi juga mahasiswa. Lalu, Harits pun meluncurkan program “Kolaborasi Menulis Dosen dan Mahasiswa” yang diawali dengan menggandeng dosen-dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris dan mahasiswa-mahasiswi Tahap Persiapan Bersama (TPB) yang mengambil mata kuliah tersebut. Program tersebut mendapat respons yang sangat baik dan untuk pertama kalinya, pada tahun 2021, Itera Press berhasil menerbitkan lebih dari 20 buku ber-ISBN dalam kurun waktu 1 tahun.

Dr. Harits Setyawan, S.Pd., M.Pd., dan Peserta Seminar “Dari Kampus untuk Dunia: Membangun Budaya Menulis dan Publikasi Buku di Kalangan Mahasiswa”
“Dosen mempublikasikan tulisan adalah tuntutan profesi tetapi mahasiswa mempublikasikan tulisan adalah prestasi”, ucap Harits mendukung mahasiswa-mahasiswi peserta seminar untuk tidak ragu mempublikasikan karya mereka. Rupanya, Ia juga pernah mengalami perasaan ragu dan khawatir untuk mempublikasikan tulisan-tulisannya pada saat masih berstatus sebagai mahasiswa S1 yang berakibat pada hilangnya tulisan-tulisan tersebut karena kerusakan perangkat elektronik. Harits menjelaskan kendala seperti itu mungkin sudah jarang terjadi saat ini karena kita bisa mencadangkan data secara daring tetapi ada hal yang tidak akan bisa kembali, yaitu masa-masa sebagai mahasiswa S1. Setelah menekuni suatu profesi, misalnya menjadi dosen di perguruan tinggi, mempublikasikan tulisan adalah kewajiban. Bagi dosen, itu adalah hal biasa tetapi berbeda ketika mahasiswa mempublikasikan tulisan, setidaknya artikel tentang pencapaian mahasiswa tersebut akan diterbitkan di laman penerbit buku. Sekarang ini, di mana orang di seluruh dunia menggunakan mesin pencari (penelusuran website) untuk menemukan informasi, tentu itu akan berdampak positif pada rekognisi penulis secara global.
Harits mengajak peserta seminar untuk tidak memandang sebelah mata buku-buku fiksi. Menurutnya, justru buku-buku tersebut berpotensi besar meledak di pasar daripada buku-buku non fiksi. Kita mengenal The Witcher, Journey to the West, Harry Potter, dan banyak karya fiksi lainnya tidak hanya diadaptasi dalam bentuk film tetapi juga video game. Belum kita temukan ada dalam sejarah di mana buku Grammar/ Tata Bahasa dalam Bahasa Inggris dan buku-buku non fiksi lainnya diangkat menjadi film atau video game. Oleh sebab itu, mahasiswa dapat memulai tulisan dengan berbagi kisah-kisah inspiratif yang pernah mereka alami selama masa-masa sekolah, pantun dan puisi yang mereka merasa senang ketika membuatnya, atau hal-hal lain yang dekat dengan keseharian mereka. Lebih lanjut lagi Harits menjelaskan bahwa tidak seperti artikel jurnal, buku dapat terus disempurnakan melalui edisi-edisi berikutnya. Keterampilan menulis bukanlah bakat lahir. Edisi pertama buku hadir untuk menempa jemari dan mengasah kemampuan menulis kita. “Karya terbaik tidak lahir dari menunggu kata sempurna tetapi dari edisi pertama yang berani menyapa dunia’, tuturnya.
Buku dapat berasal dari luaran mata kuliah, tugas akhir, atau aktifitas dari unit kegiatan mahasiswa yang sudah dimodifikasi menjadi buku yang layak dikonsumsi oleh masyarakat umum. Apabila dihasilkan dari kolaborasi menulis dosen dan mahasiswa, di dalam buku tersebut, kepengarangan dapat berupa mahasiswa sebagai penulis utama dan dosen sebagai penulis pendamping atau sebaliknya. Selain itu, buku juga dapat ditulis sepenuhnya oleh mahasiswa atau dosen. Dalam upaya membangun budaya menulis dan publikasi buku di kalangan mahasiswa, Itera Press rutin melakukan seminar dan pelatihan, baik yang diinisiasi oleh tim Itera Press sendiri, maupun seminar dan pelatihan di mana tim Itera Press diundang sebagai narasumber. Apabila memerlukan pendampingan, penulis juga dapat berkunjung ke ruangan Itera Press di Gedung Kuliah Umum (GKU) 1 Lantai 4, depan Perpustakaan Itera, untuk berdiskusi terkait penulisan buku. Agar dapat menerbitkan buku, civitas akademika Itera perlu mengirim naskah dan surat pernyataan keaslian karya (SPKK) melalui email: [email protected]. Panduan penyusunan naskah dan berkas yang diperlukan dapat diunduh di laman: press.itera.ac.id.









