Itera Press, diwakili oleh Harits Setyawan, menyerahkan 14 buku keilmuan kepada UPA Perpustakaan Institut Teknologi Sumatera dalam rangka mendukung pengembangan koleksi dan akses mahasiswa terhadap buku-buku terbaru. Buku-buku tersebut merupakan luaran dari hibah keilmuan yang diselenggarakan oleh LPPM Itera bekerja sama dengan Itera Press. M. Alvien Ghifari, S.Si., M.Sc., kepala UPA Perpustakaan Itera menyambut baik sinergi yang dilakukan dalam mengembangkan literasi dan berharap kegiatan seperti itu dapat menjadi agenda yang rutin. Tidak hanya itu, dalam rangka menjalankan kewajiban Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR), Itera Press juga mengirim buku-buku itu ke Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Adapun buku-buku tersebut yaitu; (1) Sains dan Teknologi Kosmetik Tropikal, (2) Kimia Hayati Sediaan Alam: Biodiversitas Senyawa Organik Bahan Alam, (3) Apresiasi Keindahan dan Makna dalam Arsitektur Lanskap, (4) Pengantar Geografi Lingkungan, (5) Material Termaju dan Aplikasinya di Bidang Teknik Elektro dan Energi Baru Terbarukan, (6) Teknologi Pengolahan Legum, (7) Serealia dan Umbi, (8) Petrofisik dan Karakteristik Batuan Reservoir, (9) Nutrisi dalam Molekul: Panduan Biokimia Pangan Kontemporer, (10) Teknologi Sensor dalam Sistem Instrumentasi: Transisi Sinyal, Basis Data, dan Aplikasi, (11) Pengantar Pencemaran Udara, (12) Isolasi Dalam Sistem Tegangan Tinggi, (13) Pengembangan dan Implementasi Teknologi Geospasial di Bidang Infrastruktur, dan (14) Kapita Selekta Informatika: Tren, Teknologi, dan Implementasi.
Dukung peningkatan Sinta Score penulis, program studi, dan kampus, Itera Press terbitkan buku hibah dalam bentuk cetak, PDF, dan ePUB. Sebanyak 42 buku ber-ISBN hasil dari Hibah Keilmuan yang diselenggarakan oleh LPPM Itera bekerja sama dengan Itera Press telah selesai disampaikan kepada penulis. Buku-buku dalam bentuk PDF & ePUB dikirim melalui email, sedangkan buku dalam bentuk cetak diserahkan langsung kepada penulis. Harits Setyawan, koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diamanahkan kepada Itera Press untuk mengedit, melayout, mendesain cover, menerbitkan, dan hingga mencetak buku-buku hibah keilmuan tersebut. Ia berharap kerja sama yang dilakukan akan semakin mempererat sinergi lembaga dan unit-unit yang ada di kampus Institut Teknologi Sumatera. Lebih lanjut lagi Harits menjelaskan di tahun 2025, Itera Press berhasil menerbitkan sebanyak 166 buku ber-ISBN. Pencapaian tersebut dapat diraih tentu berkat dukungan yang besar dari lembaga, unit, dan civitas akademika Itera. “Kami berkeinginan dapat menerbitkan 200 buku ber-ISBN dalam kurun waktu 1 tahun dan optimis hal itu dapat diwujudkan dengan bekerja sama. Bersama, kita mampu mengukir sejarah”, tuturnya.
Bangga! Itera Press berhasil terbitkan 166 buku ber-ISBN dalam kurun waktu 1 tahun. Dari jumlah tersebut, 128 buku berasal dari penulis yang berhomebase di Institut Teknologi Sumatera dan 38 buku berasal dari penulis yang berhomebase di kampus-kampus lain. Sebanyak 14 buku diterbitkan dalam bentuk cetak dan 152 buku diterbitkan dalam bentuk e-book: PDF & ePUB. Hingga hari ini, 19 Januari 2026, Itera Press telah berhasil menerbitkan 540 buku ber-ISBN di usia 5 tahun. Dengan jumlah tersebut, maka rata-rata Itera Press menerbitkan lebih dari 100 buku per tahun. Pencapaian tersebut tentu tidak lepas dari kerja keras tim Itera Press dan dukungan penuh civitas akademika Itera. “Di tahun 2025, Itera Press tidak hanya menerbitkan buku-buku yang bersifat mandiri tetapi juga buku-buku hibah: Hibah Buku Keilmuan LPPM Itera & Hibah Buku Ajar Fakultas Sains. Selain seminar dan pelatihan, Itera Press juga menyelenggarakan program menerbitkan buku bunga rampai gratis untuk penulis-penulis di Indonesia. Kami menargetkan Itera Press mampu menerbitkan 200 buku ber-ISBN per tahun. Dengan demikian, 1000 buku untuk Itera dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun dapat segera tercapai”, tutur Harits Setyawan, koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press.
Dalam rangka akselerasi dan optimalisasi layanan ISBN tahun 2025, diberitahukan bahwa layanan ISBN Perpustakaan Nasional akan menutup pendaftaran judul baru pada tanggal 15 Desember 2025 dan akan aktif kembali pada tanggal 2 Januari 2026. Namun selama rentang waktu tersebut para penerbit masih dapat memperbaiki dan mendaftarkan kembali judul-judul yang masih bermasalah melalui jalur perbaikan.
Itera Press kembali meraih penghargaan Bronze Winner untuk kategori Siaran Pers terbaik dalam ajang Anugerah Humas Itera (AHI) 2025. Puncak acara AHI 2025 yang diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 21 November 2025 mengundang perwakilan dari Fakultas, Unit, Program Studi, dan Himpunan Mahasiswa dengan kategori penghargaan pengelola laman terbaik, siaran pers terbaik, pengelola media sosial terbaik, dan insan humas terfavorit. Tema AHI yang diusung pada tahun ini yaitu Bersama, Berkaya, dan Berdampak. Selama 3 tahun berturut-turut, Itera Press berhasil mempertahankan posisinya sebagai juara pada ajang tersebut. “Itera Press menyelenggarakan kegiatan-kegiatan agar tetap eksis dengan 0 rupiah. Saya benar-benar terharu ketika unit bisnis ini berhasil kembali naik podium” tutur Harits Setyawan, koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press.
Itera Press tidak hanya menerbitkan buku tetapi juga mengadakan seminar dan pelatihan tentang penulisan buku baik untuk civitas akademika Itera maupun masyarakat umum. Kolaborasi dengan penerbit-penerbit lain juga dilakukan untuk memperdalam wawasan yang disampaikan dalam seminar dan pelatihan tersebut. Salah satunya yaitu seminar “Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa dalam Publikasi” yang diselenggarakan dengan bekerja sama dengan Adzkia Press, penerbit buku dari Universitas Adzkia Padang. Oleh sebab itu, website dan media sosial Itera Press tidak hanya menampilkan katalog buku-buku yang diterbitkan tetapi juga berita tentang aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh Itera Press. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Humas Itera yang telah menyelenggarakan ajang Anugerah Humas Itera untuk civitas akademika Institut Teknologi Sumatera. Ajang tersebut semakin memotivasi kami untuk terus melakukan inovasi dalam berkarya” tutur Harits.
Itera Press kembali mengukir pencapaian yang membanggakan dengan berhasil menerbitkan lebih dari 500 buku ber-ISBN di usianya yang ke 5 tahun. Hingga hari ini tercatat, sebanyak 502 buku ber-ISBN telah diterbitkan oleh Itera Press dan 10 buku dalam proses permohonan ISBN. Bahkan dari Januari hingga November 2025, Itera Press telah menerbitkan 134 buku ber-ISBN. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya, yaitu 122 buku ber-ISBN di tahun 2024. Dengan jumlah terbitan yang terus naik, Itera Press optimis akan mampu mencapai “1000 buku untuk Itera” dalam waktu kurang dari 10 tahun.
Koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press, Harits Setyawan menjelaskan jumlah publikasi buku yang terus naik tersebut dapat dicapai karena kolaborasi Itera Press dan civitas akademika Itera yang semakin erat, seperti kolaborasi dengan LPPM Itera dalam menerbitkan hingga mencetak buku-buku hibah keilmuan, kolaborasi dengan Fakultas Sains Itera dalam menerbitkan buku-buku hibah buku ajar, serta kolaborasi dengan prodi-prodi di kampus Itera dalam menerbitkan buku-buku karya dosen dan mahasiswa. “Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada civitas akademika Itera atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Itera Press. Dukungan dan kepercayaan tersebut semakin memotivasi kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan penerbit buku kampus Institut Teknologi Sumatera” tutur Harits.
Itera Press luncurkan program Penyusunan Buku Bunga rampai yang akan diselenggarakan setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. Program tersebut merupakan hasil diskusi yang dilakukan oleh tim Itera Press dan rekan-rekan civitas akademika Institut Teknologi Sumatera pada hari Selasa 21 Oktober 2025 untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat dan tercapainya “1000 Buku untuk Itera” dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun. “Pada saat diskusi, kami menerima usulan tentang pembuatan buku bunga rampai dari rekan-rekan. Menyambut baik usulan tersebut, tim Itera Press langsung merealisasikan program Penyusunan Buku Bunga itu di hari yang sama”, tutur Harits Setyawan, koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press. Program penyusunan bunga rampai ini tidak hanya ditujukan untuk civitas akademika Itera tetapi juga masyarakat umum. Tema yang diangkat di tahun 2025 ini yaitu Artificial Intelligence dalam Pembelajaran.
Untuk dapat mengikuti program tersebut, penulis hanya perlu mengirim naskah yang berisi tentang pemanfaatan atau tantangan adanya AI dalam pembelajaran ke email Itera Press: [email protected]. Naskah dibuat dengan font Times New Roman ukuran 12 dan spasi 1.15. Tidak ada minimal jumlah kata atau batasan jumlah halaman di dalam naskah. Urutan penulis ditentukan berdasarkan kapan naskah dikirim ke email Itera Press. Program penyusunan buku bunga rampai ini tidak berbiaya dan penulis akan memperoleh softcopy dari buku tersebut. Naskah dikirim oleh penulis ke email Itera Press paling lambat tanggal 31 Desember 2025. Harits berharap program ini dapat mendorong peningkatan literasi masyarakat tentang potensi pemanfaatan dan tantangan keberadaan AI dalam pembelajaran dan memupuk kolaborasi antar dosen baik di kampus Itera maupun kolaborasi dengan dosen-dosen dari kampus lain dalam hal penulisan buku. “Bersama-sama, menulis buku menjadi mudah”, pungkasnya.
Tim Itera Press & PKKI Itera dalam rapat koordinasi permohonan hak cipta buku hibah keilmuan
Dalam rangka memfasilitasi permohonan hak cipta buku-buku hibah keilmuan, Itera Press dan Pusat Kelola Kekayaan Intelektual (PKKI) Itera mengadakan pertemuan untuk membahas bagaimana permohonan hak cipta buku-buku tersebut dilakukan. Tim Itera Press diwaliki oleh Harits Setyawan dan Doni Alfaruqy, sedangkan tim PKKI Itera diwakili oleh Tantri Liris Nareswari dan Mentari Pratami. Harits Setyawan, koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press, menyampaikan tentang buku-buku hibah keilmuan yang pada saat ini sedang dikerjakan oleh tim Itera Press mulai dari proses editing, desain dan layout, hingga cetak. Untuk memperkuat perlindungan hukumnya, buku-buku itu juga akan dilanjutkan ke tahap permohonan hak cipta melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). “Kerja sama yang kuat antara Itera Press dan PKKI Itera akan berdampak positif tidak hanya untuk civitas akademika Institut Teknologi Sumatera tetapi juga masyarakat sebagai pengguna dari buku-buku yang dihasilkan”, tutur Harits.
Tantri Liris Nareswari, Kepala Pusat Kelola Karya Intelektual (PKKI) Itera menyambut baik hal tersebut dan menyampaikan PKKI Itera siap mendukung dalam menyukseskan buku-buku hibah keilmuan yang sedang dikerjakan oleh Itera Press. Setelah naskah diproses, berbentuk buku, dan memperoleh ISBN, naskah tersebut dapat dikirim ke PKKI Itera untuk diajukan hak ciptanya. Permohonan hak cipta buku tidak memakan waktu yang lama. Setelah pembayaran dilakukan ke DJKI, sertifikat hak cipta biasanya akan dapat diunduh dalam waktu 30 menit. Lebih lanjut lagi, Mentari Pratami, Koordinator Permohonan Hak Cipta PKKI Itera, menjelaskan permohonan hak cipta untuk buku hibah keilmuan dilakukan sebagaimana permohonan hak cipta untuk buku-buku yang lain, yaitu penulis melengkapi berkas yang diperlukan dan mengirim berkas-berkas tersebut ke PKKI Itera agar permohonan hak cipta dapat diproses. Adapun berkas-berkas yang diperlukan di antaranya yaitu formulir Permohonan Pencatatan Ciptaan, Surat Pernyataan Hak Cipta, dan Surat Pengalihan Hak Cipta ke Itera.
Harits Setyawan dalam seminar “Memulai dan Mengelola Penerbit Buku di Kampus”
Selasa 14 Oktober 2024, Itera Press mengadakan seminar dengan tema “Memulai dan Mengelola Penerbit Buku di Kampus”. Kunjungan penerbit-penerbit lain ke Itera Press dalam rangka benchmarking dan diskusi terkait bagaimana tim Itera Press mengelola penerbit buku menginspirasi dilaksanakannya seminar itu karena ternyata tidak sedikit penerbit buku di kampus yang mengalami kendala dalam menjalankan aktifitasnya. Pada umumnya, penerbit buku di kampus dikelola oleh dosen sebagai kegiatan penunjang di mana tugas utama mereka adalah tri darma: pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tugas-tugas itu sering menyita banyak waktu dan tenaga sehingga kegiatan penunjang menjadi tidak maksimal. Menghadirkan Harits Setyawan, pimred pertama dan salah satu pendiri Itera Press, seminar tersebut diharapkan dapat membantu civitas akademika di seluruh Indonesia dalam mengelola penerbit buku di kampus.
Harits Setyawan menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam mengelola penerbit buku di kampus. Di Itera Press, program kolaborasi menulis dosen dan mahasiswa telah dilaksanakan sejak tahun 2021. Diawali dengan kolaborasi menulis dosen dan mahasiswa yang merupakan output dari suatu mata kuliah, Harits dan timnya menginisiasi penerbitan buku-buku yang berisi kumpulan kisah inspiratif. Tidak hanya diikuti oleh rekan-rekan dosen dan mahasiswa lainnya, program tersebut juga diterapkan oleh program studi di Institut Teknologi Sumatera. Salah satunya yaitu DKV Itera yang berhasil menjadi program studi dengan buku ber-ISBN karya dosen dan mahasiswa terbanyak di kampus tersebut. Tidak heran di usia yang masih belia, prodi DKV Itera telah mencatatkan sejarah dengan berhasil meraih peringkat 1 Sinta Skor Overall dan Sinta Skor 3Yr dari 120 program studi Desain Komunikasi Visual di seluruh Indonesia pada tahun 2024. Tidak hanya itu, Itera Press juga berkolaborasi dengan LPPM Itera dalam menerbitkan buku-buku hibah dan Pusat Kelola Kekayaan Intelektual (PKKI) Itera dalam menerbitkan hak cipta buku.
Selain kolaborasi dengan civitas akademika Itera, Harits juga menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan penerbit-penerbit buku dari kampus lain. Itera Press pernah mengadakan diskusi bersama dan kolaborasi seminar dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Press yang diselenggarakan pada tahun 2023. Itera Press juga turut mendukung program Literasi dalam Genggaman, Ekspor Literasi, dan University Press management yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) Press pada tahun 2024. Kemudian di tahun 2025 ini, Itera Press menerima kunjungan benchmarking atau studi tiru dan mengadakan kolaborasi seminar dengan Adzkia Press yang merupakan penerbit buku dari Universitas Adzkia Padang. Bahkan dalam hal mendesain, melayout, dan mencetak buku, Itera Press memiliki rekan-rekan desainer, layouter, dan percetakan di luar kampus Itera yang dapat membantu ketika diperlukan. Kolaborasi-kolaborasi yang dilakukan oleh Itera Press tersebut tidak hanya mempermudah dosen dalam mengelola penerbit buku di kampus, tetapi juga memungkinkan penerbit buku di kampus untuk mendukung civitas akademika dalam mengukir prestasi.