Kegagalan Adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Sebuah Perjalanan

Bintari Citra Kurniawan, Penulis Buku “Lentera Asa: Bangkit Itu Bukan Pilihan tetapi Kekuatan”

Sabtu 27 September 2025, Itera Press mengadakan bedah buku “Lentera Asa: Bangkit Bukan Pilihan tetapi Kekuatan” dengan menghadirkan mahasiswa berprestasi peringkat 1 Itera tahun 2025 dan sekaligus penulis buku tersebut, Bintari Citra Kurniawan serta koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press, Harits Setyawan. Pada kesempatan tersebut, Bintari memulai dengan menjelaskan mengapa memilih judul “Lentara Asa”. Menurutnya, setiap orang pasti pernah berada pada titik gelap di dalam hidupnya di mana harapan seolah padam tetapi di tengah kegelapan itu akan selalu ada seberkas cahaya yang ia analogikan dengan lentera. Buku dibuka dengan “BAB 1: Jatuh itu pasti” untuk mengajak pembaca berdamai dengan kenyataan bahwa kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah perjalanan, bahkan dari sebuah pencapaian. Bintari berpendapat gagal bukan berarti tamat tetapi tanda bahwa kita sedang belajar.

Bintari Citra Kurniawan dalam acara bedah buku “Lentera Asa: Bangkit Itu Bukan Pilihan tetapi Kekuatan”

Setelah berani mengakui bahwa kegagalan itu wajar, “BAB 2: Luka yang Menguatkan” menghadirkan kisah-kisah kegagalan dari orang-orang ternama di dunia untuk mengajak pembaca agar tidak takut terhadap rasa sakit, tidak menganggap luka sebagai trauma, tetapi energi dan bekal perjalanan yang bisa menjadi titik balik seseorang untuk meraih keberhasilan. “Tidak ada cara lain untuk menyembuhkan luka kecuali dengan menjadikannya pelajaran hidup yang bisa dipetik”, ungkap Bintari. Buku dilanjutkan dengan “BAB III: Refleksi Kegagalan”. Pada bab ini, pembaca dibantu untuk mengelola emosi setelah mengalami kegagalan, membedakan kritik yang membangun dan merusak, serta menumbuhkan pikiran-pikiran positif yang dapat membantu bangkit dari kegagalan. Tanpa refleksi seseorang dapat terus mengulang kesalahan yang sama sehingga menurut Bintari, refleksi adalah proses penyelesaian masalah agar langkah-langkah berikutnya lebih matang.

Kadang seseorang ingin bangkit tetapi tidak tahu ke mana harus melangkah. Oleh sebab itu, “BAB IV: Bangkit dengan Tujuan” membekali pembaca dengan pengetahuan untuk merancang kembali hidup dengan cara yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Pada bab ini, Bintari juga memperkenalkan “Konsep Mentalitas Lentera Juang” yang dapat membantu pembaca tidak hanya kembali bangkit tetapi juga berjalan dengan arah yang jelas. “Bangkit tanpa arah sama saja seperti berlari di dalam lingkaran”, tuturnya. Lebih lanjut lagi, sering kali seseorang sudah kuat dan sudah memiliki kehidupan yang baik tetapi runtuh karena berada di lingkungan yang salah. “BAB V: Mengelilingi Diri dengan Cahaya” membantu meneguhkan langkah pembaca dengan pemahaman tentang pentingnya pola pikir yang membangun, mentor yang baik, dan lingkungan yang positif karena manusia tidak bisa terus menerus berjuang sendirian. Bintari menjelaskan jika kita hanya mengandalkan kekuatan pribadi, kita akan mudah runtuh tetapi ketika kita dikelilingi oleh orang-orang dengan vibe yang positif, orang-orang tersebut akan menjadi cahaya yang memungkinkan kita untuk terus melangkah meskipun berada di kondisi yang begitu gelap.

Harits Setyawan dalam acara bedah buku “Lentera Asa: Bangkit Itu Bukan Pilihan tetapi Kekuatan”

Penyampaian materi dilanjutkan oleh Harits Setyawan yang merupakan koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press. Harits sangat mengapresiasi keberhasilan Bintari dalam menerbitkan buku “Lentera Asa: Bangkit Bukan Pilihan tetapi Kekuatan” melalui Itera Press. Menurutnya, itu adalah pencapaian yang luar biasa dan sangat mendukung dalam membangun citra profesional di mata publik. Harits mengajak rekan-rekan mahasiswa tidak ragu untuk menerbitkan buku sedini mungkin dan memanfaatkan masa-masa ketika masih berstatus sebagai mahasiswa. “Kita memiliki dosen-dosen yang dapat membimbing sehingga tulisan mahasiswa bisa tembus ke jurnal internasional bereputasi, fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk berkarya, serta rekan-rekan mahasiswa/i dengan minat dan tujuan yang sama sehingga memudahkan kerja sama. Hal-hal tersebut akan sulit ditemukan dan bahkan bisa jadi tidak akan ditemukan ketika kita bukan lagi seorang mahasiswa”, tuturnya.

Harits juga menjelaskan bahwa memberitakan prestasi-prestasi yang berhasil diraih oleh mahasiswa/i melalui website prodi dan kampus juga tidak kalah penting. Berita-berita yang diterbitkan oleh kampus memiliki kredibilitas yang tinggi sehingga akan muncul di barisan teratas dalam mesin pencari, misalnya Google. Hal ini akan mempermudah pencarian informasi dan berdampak pada dikenalnya mahasiswa/i oleh masyarakat luas. Bahkan ketika mahasiswa/i tersebut sudah wisuda dan memasuki dunia kerja, rekam jejak yang ditinggalkan melalui berita-berita itu akan terus berkontribusi dalam memberi citra positif pada dirinya. “Sekarang ini masyarakat pada umumnya mencari informasi menggunakan mesin pencari yang ada di perangkat elektronik seperti ponsel atau tablet di mana informasi-informasi yang muncul adalah informasi yang tersedia secara daring. Oleh sebab itu, penting bagi mahasiswa/i untuk tersorot oleh media berita”, pungkasnya.

Bedah Buku “Lentera Asa: Bangkit Bukan Pilihan tapi Kekuatan”

Itera Press Proudly Presents

BEDAH BUKU “LENTERA ASA: Bangkit Bukan Pilihan tapi Kekuatan”

Bintari Citra Kurniawan
Penulis Buku & Mahasiswa Berprestasi Peringkat 1 Itera 2025

Harits Setyawan
Koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press

Sabtu 27 September 2025
Pukul 09:00 – 10.40 WIB

Zoom Meeting:
https://telkomsel.zoom.us/j/98069029554?pwd=6q49NbVTNJNZsBdv3brWwJp8vsvD5l.1

Meeting ID: 980 6902 9554
Passcode: 123456

Mahasiswi Teknik Sistem Energi Itera Tulis Buku Motivasi & Pengembangan Diri

Bintari Citra Kurniawan, Mahasiswi program studi Teknik Sistem Energi Institut Teknologi Sumatera

Bangga! Mahasiswi program studi Teknik Sistem Energi Institut Teknologi Sumatera tulis buku motivasi dan pengembangan diri. Bintari Citra Kurniawan, atau yang biasa dipanggil Ayi menulis buku berjudul Lentera Asa: Bangkit Itu Bukan Pilihan tapi Kekuatan. Buku tersebut diterbitkan oleh Itera Press pada bulan September 2025 dan telah memperoleh ISBN elektronik dengan format PDF dan ePUB: 978-634-7361-20-2 (PDF) & 978-634-7361-19-6 (EPUB). Melalui buku yang ia tulis, mahasiswi juara pertama dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Itera 2025 itu mengajak pembaca menyusuri perjalanan penuh refleksi, keteguhan hati, dan pembelajaran dari setiap titik terendah yang ternyata justru dapat menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi. Dengan bahasa yang hangat, ia menyuguhkan panduan mental dan emosional untuk mengelola keterpurukan, membangun kekuatan dari dalam, serta menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Harits Setyawan, koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press, sangat mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, tidak banyak mahasiswa yang dengan inisiasinya sendiri mengirimkan karyanya ke penerbit dan berhasil memperoleh ISBN sehingga itu adalah prestasi yang luar biasa, serta patut diapresiasi. Harits berharap mahasiswa-mahasiswi Institut Teknologi Sumatera lainnya juga tidak ragu untuk menerbitkan karya-karya mereka sedini mungkin. Ia menyadari kekhawatiran-kekhawatiran yang mungkin dirasakan oleh rekan-rekan mahasiswa seperti tanggapan dari pembaca atau status mahasiswa yang sering dinilai sebagai seseorang yang masih dalam proses belajar. Namun, ia berpendapat justru itulah letak tantangan dan kebanggaannya karena tidak semua mahasiswa mampu melakukannya. “Mumpung masih mahasiswa. Dosen menerbitkan tulisan adalah hal biasa dan justru diwajibkan tetapi mahasiswa menerbitkan tulisan adalah prestasi”, pungkasnya.

Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa dalam Publikasi, Itera Press, Adzkia Press, dan LPPM Universitas Adzkia Padang Adakan Seminar Bersama

Senin 08 September 2025, Itera Press bekerja sama dengan Adzkia Press dan LPPM Universitas Adzkia Padang mengadakan seminar dengan tema “Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa dalam Publikasi”. Pada kesempatan itu, Dr. Meria Ultra Gusteti, S.Pd.I., M.Pd. kepala LPPM Universitas Adzkia, Padang membawakan materi “Best Practice Penulisan Buku Ajar Berbasis Partisipasi Mahasiswa”. Bliau menjelaskan bahwa dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam penulisan buku ajar. Penulisan buku ajar tersebut dapat dilakukan dengan mengacu pada “Rencana Pembelajaran Semester (RPS)” suatu mata kuliah. Materi-materi pembelajaran di dalam RPS itu dikembangkan agar menjadi chapter-chapter sebuah buku. Materi pembelajaran yang disampaikan oleh dosen di ruang kelas dan aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh mahasiswa pada saat perkuliahan berlangsung menjadi dasar dalam menentukan seberapa luas materi pembelajaran akan dikembangkan. Dengan demikian, buku ajar hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa benar-benar cocok untuk diterapkan dalam proses belajar-mengajar di perguruan tinggi.

Harits Setyawan, koordinator ISBN dan SSKCKR Itera Press, membawakan materi “Kolaborasi Menulis Dosen dan Mahasiswa”. Bliau menyampaikan bahwa program kolaborasi menulis buku untuk dosen dan mahasiswa telah diinisiasi oleh Itera Press sejak tahun 2021. Program tersebut mendapat respon positif dari dosen dan mahasiswa. Terbukti, Itera Press telah menerbitkan buku-buku luaran dari mata kuliah, kegiatan mahasiswa, dan kegiatan di program studi yang merupakan hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa. Tim Itera Press juga rutin diundang untuk mengadakan pelatihan penulisan buku seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Arsitektur Itera dalam kegiatan NUSAANTARA 2022: Panipahan Mengarungi Laut, NUSAANTARA 2023: Menapak Jejak Suku Mentawai, dan NUSAANTARA 2024: Menyusuri Gunung Kerinci. Lebih lanjut lagi, Harits menjelaskan bahwa selain buku-buku non fiksi, Itera Press juga menerbitkan buku-buku fiksi, seperti kumpulan kisah inspiratif, cerita bergambar, serta kumpulan pantun dan puisi sehingga mahasiswa-mahasiswi yang memiliki hobi menulis tidak perlu ragu untuk menerbitkannya di Itera Press.

Memotivasi para peserta yang mengikuti seminar tersebut, Harits Setyawan menyampaikan agar mereka tidak perlu ragu untuk menerbitkan tulisan sedini mungkin karena usia mudah adalah masa di mana prestasi-prestasi lebih mudah diraih. “Dosen menulis adalah hal yang biasa dan justru diwajibkan tetapi mahasiswa menulis adalah prestasi”, begitu tuturnya. Kemudian, Harits juga menyampaikan bahwa tidak seperti artikel penelitian yang kita terbitkan di jurnal ilmiah, buku dapat terus disempurnakan. Apabila terdapat hal-hal yang masih perlu dikembangkan, penulis dapat membuat edisi kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya hingga sampai pada titik yang kita harapkan. Menekankan pentingnya menulis, Harits Setyawan berpendapat bahwa pengetahuan yang tidak disampaikan hanya akan bertahan sepanjang usia manusia, pengetahuan yang disampaikan secara lisan hanya akan bertahan selama ada yang mengingatnya, tetapi pengetahuan yang dituangkan ke dalam tulisan akan dapat dibaca dari satu generasi ke generasi berikutnya bahkan ketika kita telah tiada. Oleh sebab itu, Bliau mengajak seluruh peserta untuk segera menulis karena dengan cara itulah kita mampu mengabadikan nama kita di dunia.

DKV Itera Prodi dengan Buku ber-ISBN Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Terbanyak Se-Institut Teknologi Sumatera

Program studi DKV Itera merupakan prodi dengan buku ber-ISBN hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa terbanyak se-Institut Teknologi Sumatera. Tercatat hingga 4 September 2025, DKV Itera telah berhasil menerbitkan 38 buku yang ditulis oleh dosen dan mahasiswa. Jumlah tersebut tidak termasuk buku-buku yang ditulis oleh dosen DKV Itera secara individu dan buku-buku yang sedang dalam proses permohonan ISBN. Tidak heran, hingga hari ini Kamis 04 September 2025, berdasarkan informasi yang dapat diakses pada laman https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/departments/affiliations/90241, program studi DKV Itera tetap bertahan memegang peringkat 1 Sinta Skor 3Yr dari 127 program studi Desain Komunikasi Visual se-Indonesia.

Harits Setyawan, koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press, menjelaskan program studi DKV Itera secara rutin mengirimkan buku-buku karya dosen dan mahasiswa untuk diterbitkan oleh Itera Press. Kerja sama antara dosen dan mahasiswa itu mendukung tercapainya publikasi buku yang masif dan berkelanjutan. Ia berharap program studi – program studi lain di Institut Teknologi Sumatera juga turut mendorong dosen dan mahasiswa menulis bersama. Buku hasil kolaborasi menulis dosen dan mahasiswa dapat berupa luaran dari mata kuliah, tugas akhir, atau hal-hal lain yang terkait dengan kegiatan akademik. Tentu, buku-buku tersebut perlu dikemas agar sesuai untuk masyarakat umum dan memperoleh ISBN dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Untuk itu, Itera Press rutin mengadakan seminar dan pelatihan baik yang diselenggarakan sendiri maupun berkolaborasi dengan penerbit-penerbit lain agar memperluas wawasan penulis tentang bagaimana sebuah buku sebaiknya dibuat. 

Tidak hanya itu, Itera Press juga menerima dengan tangan terbuka kunjungan penulis. Penulis bisa datang untuk berdiskusi secara langsung di ruang Itera Press, GKU 1 Lantai 4, apabila mengalami kendala dalam penulisan buku, berkolaborasi dengan tim Itera Press dalam penyusunan buku, atau boleh juga hanya sekadar bertanya-tanya seputar penerbitan buku via WhatsApp dan email. “Kami berkomitmen penuh mendukung peningkatan publikasi buku civitas akademika Itera. Itera Press dapat mengusulkan permohonan 3 jenis ISBN sekaligus, yaitu ISBN Cetak, PDF, dan EPUB. Menerbitkan buku di Itera Press gratis serta mendapat lebih dari 1 ISBN. Jadi mengapa pilih yang berbayar apalagi hanya dapat 1 ISBN?” tutur Harits.

SEMINAR: Itera Press & LPPM Universitas Adzkia Padang

Itera Press & LPPM Universitas Adzkia Padang proudly present:
TINGKATKAN PARTISIPASI MAHASISWA DALAM PUBLIKASI

“Best Practice Penulisan Buku Ajar Berbasis Partisipasi Mahasiswa”
Dr. Meria Ultra Gusteti, S.Pd.I, M.Pd.
Ketua LPPM Universitas Adzkia, Padang

“Kolaborasi Menulis Dosen dan Mahasiswa”
Harits Setyawan
Koordinator ISBN & SSKCKR Itera Press

Senin 8 September 2025
Pukul 07.30 – 09.10 WIB

Zoom Meeting:
https://telkomsel.zoom.us/j/97255564902?pwd=aOW7PGQrluSzpVnpSaacaglcUpxNT0.1

Meeting ID: 972 5556 4902
Passcode: 123456

Itera Press Terima Kunjungan dan Benchmarking: Strategi Memulai dan Mengelola Penerbitan Buku

Sabtu 23 Agustus 2025, Itera Press menerima kunjungan daring dari Adzkia Press yang merupakan penerbit buku Universitas Adzkia, Kota Padang, Sumatera Barat. Kunjungan Benchmarking secara Daring ke Itera Press terkait Strategi Memulai dan Mengelola Penerbitan Buku di Lingkungan Universitas yang Progressive tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas dalam mengelola penerbitan buku. Dalam kunjungan itu, Fahma Furqani, S.T., M.T., pemimpin redaksi Adzkia Press, bersama tim disambut oleh perwakilan dari Itera Press, yaitu Harits Setyawan dan Doni Alfaruqy. Pada saat sesi pemaparan materi, Harits Setyawan menyampaikan pengalaman-pengalaman yang telah dilalui Itera Press. Di antaranya yaitu proses editorial & produksi buku, pengelolaan ISBN, KDT, & legalitas penerbitan, strategi promosi & distribusi publikasi, serta model kolaborasi dengan penulis & mitra percetakan. Selama ini, Itera Press menerbitkan 3 jenis ISBN untuk mendorong peningkatan Sinta Score penulis. Itera Press juga rutin mengadakan seminar & pelatihan, mempublikasikan berita melalui Humas Itera, dan melakukan kerjasama dengan program studi dan unit-unit terkait. Menurut Fahma Furqani, S.T., M.T. dan rekan-rekan Adzkia Press, Itera Press merupakan penerbit kampus yang berhasil menorehkan berbagai prestasi walaupun dengan usia yang masing tergolong muda. Harits Setyawan dan Doni Alfaruqy mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Adzkia Press. “Sebuah kehormatan menerima kunjungan dari Adzkia Press. Semoga Itera Press dan Adzkia Press terus berkembang menjadi penerbit buku ternama di Indonesia”, tutur Harits Setyawan.

Rupanya ini bukan kali pertama Itera Press menerima kunjungan dari penerbit-penerbit lain. Sebelumnya Itera Press pernah menerima kunjungan dari ITK Press yang merupakan penerbit dari kampus Institut Teknologi Kalimantan dan IPB Press yang merupakan penerbit dari kampus Institut Pertanian Bogor. Itera Press juga pernah menerima kunjungan dari The Library of Congress Jakarta yang merupakan kantor luar negeri Perpustakaan Kongres Amerika Serikat di Indonesia. Selain itu, Alumni Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lampung juga pernah mengundang tim Itera Press, Harits Setyawan dan Doni Alfaruqy, untuk menjadi narasumber dalam seminar yang mereka selenggarakan. Kunjungan demi kunjungan yang diterima, menunjukan bahwa sebagai penerbit buku, Itera Press adalah penerbit yang diperhitungkan oleh penerbit-penerbit lain dan menjadi tolak ukur sebuah penerbit buku yang berhasil. Harits Setyawan, salah satu pendiri sekaligus pimred pertama Itera Press mengucapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut, serta menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada penulis-penulis yang telah menerbitkan buku-buku di Itera Press, civitas akademika Itera, program studi, dan unit-unit terkait di kampus Institut Teknologi Sumatera yang selama ini mendukung Itera Press untuk terus tumbuh berkembang. “Itera Press sampai pada titik ini berkat dukungan dari berbagai pihak sehingga pencapaian ini adalah keberhasilan kita bersama”, tuturnya.

Itera Press Perpanjang Keanggotaan IKAPI

Institut Teknologi Sumatera Press atau yang lebih dikenal dengan nama Itera Press menerima sertifikat keanggotaan IKAPI yang berlaku hingga 31 Maret 2027. Sertifikat tersebut merupakan pengganti dari sertifikat keanggotaan sebelumnya yang sudah habis masa berlakunya pada 31 Maret 2025. Sebagaimana kita ketahui, keanggotaan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) atau Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) merupakan persyaratan yang harus dimiliki penerbit agar dapat membantu dosen dalam menerbitkan buku-buku hibah. Itera Press berkomitmen penuh untuk memfasilitasi publikasi buku karya civitas akademika Institut Teknologi Sumatera dan masyarakat pada umumnya. Hingga kini, Itera Press telah berhasil menerbitkan 416 buku ber-ISBN. Buku-buku tersebut tidak hanya karya civitas akademika Itera tetapi juga penulis-penulis lain di seluruh Indonesia. Lebih lanjut lagi, Itera Press mengajukan 3 jenis ISBN sekaligus, yaitu ISBN cetak dan ISBN elektronik yang terdiri dari format PDF & ePUB. Dengan demikian, dosen-dosen yang menerbitkan buku di Itera Press dapat meningkatkan skor Science and Technology Index (Sinta) hingga 3x lipat.

4 Tahun Berdiri, Itera Press Terbitkan Lebih dari 400 Buku Ber-ISBN

Rabu 12 Maret 2025, Institut Teknologi Sumatera Press berhasil menerbitkan 402 buku ber-ISBN di usia 4 tahun 4 bulan. Rupanya sejak lama, penerbit ini telah secara konsisten terus meningkatkan publikasinya. Pada tanggal 27 Oktober 2022, Itera Press berhasil menerbitkan lebih dari 100 buku ber-ISBN. Selanjutnya pada tanggal 17 Oktober 2023, Itera Press berhasil menerbitkan lebih dari 200 buku ber-ISBN. Kemudian pada tanggal 17 Juni 2024, Itera Press berhasil menerbitkan lebih dari 300 buku ber-ISBN. Lalu kini, Itera Press berhasil menerbitkan lebih dari 400 buku ber-ISBN. Di balik kesuksesan-kesuksesan tersebut, ternyata jalan yang dilalui oleh penerbit ini tidaklah mulus. Namun, berkat tim yang solid mulai dari mendirikan sampai menjalankan Itera Press hingga saat ini dan dukungan dari civitas akademika Itera, rintangan demi rintangan pun dapat diatasi.

Harits Setyawan, salah satu pendiri sekaligus pimred pertama Itera Press, mengisahkan rintangan-rintangan yang pernah dilalui oleh penerbit ini. Mendapatkan buku untuk diterbitkan oleh penerbit baru sangatlah sulit. Sementara itu, Itera Press harus segera terdaftar sebagai anggota IKAPI agar menjadi penerbit yang dapat memfasilitasi buku-buku hibah di tahun 2021 dan penerbit yang tidak aktif menerbitkan buku akan dibekukan oleh Perpusnas RI. “Oleh sebab itu, kami menulis buku untuk Itera Press agar penerbit ini tetap hidup”, tegas Harits. 3 buku pertama Itera Press ditulis sebagai syarat untuk mendaftar IKAPI. Lalu, buku-buku berikutnya ditulis agar Itera Press tetap menerbitkan buku dan tidak dibekukan oleh Perpusnas RI. Bisa ditelusuri jejak digitalnya, buku-buku yang diterbitkan oleh Itera Press didominasi oleh karya tim Itera Press di tahun-tahun awal penerbit ini berdiri tetapi kini, sudah tidak lagi. Buku-buku karya tim Itera Press saat ini bisa dihitung dengan jari.

Di usia 4.3 tahun, Itera Press telah menerbitkan 402 buku ber-ISBN. Rata-rata, Itera Press menerbitkan 93 buku ber-ISBN per tahun. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya, yaitu 86 buku per tahun dan tidak termasuk buku-buku yang tidak diberi ISBN oleh Perpusnas RI. Di tahun ini dari Januari hingga Maret 2025, Itera Press telah mengirim 24 buku ke Perpusnas RI untuk permohonan ISBN. Buku-buku tersebut didominasi oleh karya civitas akademika Institut Teknologi Sumatera. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan civitas akademika Itera yang telah menerbitkan buku di Itera Press. Civitas akademika Itera menerbitkan buku di Itera Press adalah wujud cinta kepada kampus Institut Teknologi Sumatera. Jika bukan kita civitas akademika Itera, siapa lagi yang akan membangun dan membesarkan rumah kita”, tutur Harits Setyawan yang saat ini juga bertugas sebagai koordinator permohonan ISBN dan SSKCKR Itera Press.