Library of Congress Kunjungi Itera Press

Doni Alfaruqy, Harits Setyawan, Nina Kania Dewi, Tefur Nur Rohman, dan M. Alvien Ghifari

Senin 20 Januari 2025, Itera Press menerima kunjungan dari Library of Congress, perpustakaan terbesar di dunia.  Pertemuan diadakan di ruang rapat Perpustakaan Institut Teknologi Sumatera. Nina Kania Dewi, Acquisitions Specialist of Southeast Asia Regional Office, menyampaikan ketertarikan pada buku-buku yang diterbitkan oleh Itera Press dan berharap Library of Congress dapat membeli buku-buku tersebut. Perkembangan yang pesat, buku-buku yang khas, dan prestasi-prestasi yang diraih oleh Itera Press selama ini ternyata menarik Library of Congress untuk mengirim timnya ke penerbit yang baru berusia 4 tahun itu. Hingga saat ini, Itera Press telah berhasil menerbitkan 380 buku ber-ISBN. “Dengan jumlah rata-rata terbitan di atas 80 buku per tahun, Itera Press mengungguli penerbit-penerbit berskala nasional. Oleh sebab itu, Library of Congress sangat mendukung buku-buku yang diterbitkan oleh Itera Press memiliki saluran akses di tingkat global”, tuturnya.

Tim Itera Press & Library of Congress di Ruang Rapat Perpustakaan Institut Teknologi Sumatera

Mewakili Itera Press, Harits Setyawan, Doni Alfaruqy, dan Tefur Nur Rohman berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Library of Congress. Usia muda bukan halangan bagi Itera Press untuk menarik perhatian dunia internasional. Hal itu semakin memotivasi tim Itera Press untuk terus mengembangkan diri. Pada kesempatan itu, tim Itera Press juga berbagi pengalaman tentang mengelola penerbitan buku di kampus. Penerbit memiliki alur penerbitan buku yang berbeda-beda. Di Itera Press, penulis mengirim buku melalui e-mail: [email protected]. Lalu, tim Itera Press akan mengirimkan permohonan ISBN buku tersebut ke Perpusnas RI. Terdapat dua jenis permohonan ISBN yang secara rutin diajukan oleh Itera Press, yaitu ISBN untuk buku dalam format PDF dan ISBN untuk buku dalam format ePUB. Sejalan, M. Alvien Ghifari, S.Si., M.Sc., Kepala Perpustakaan Institut Teknologi Sumatera sangat mendukung Perpustakaan kampus Institut Teknologi Sumatera memiliki koleksi buku Itera Press karena permintaan dari pembaca yang tinggi.

Harits Setyawan, Dosen dengan Rentetan Prestasi Terbanyak di Indonesia

Harits Setyawan, Dosen dengan Rentetan Prestasi Terbanyak di Indonesia

Harits Setyawan merupakan sosok yang tak asing lagi, terutama bagi mereka yang menggunakan Google untuk mencari berita tentang prestasi-prestasi yang berhasil diukir oleh dosen Indonesia. Harits mengukir berbagai prestasi tidak hanya di tingkat internal kampus saja tetapi juga di tingkat nasional dan internasional. Hal itu membuat banyak media berita tertarik untuk mengangkat kisahnya sehingga dosen yang bertugas di program studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Sumatera tersebut muncul di berbagai kata kunci pencarian gambar “Dosen Berprestasi” di Google. Beberapa di antaranya yaitu: Dosen Berprestasi Itera, Dosen Berprestasi Lampung, Dosen Berprestasi Sumatera, Dosen Berprestasi Indonesia, Dosen Berprestasi Nasional, Dosen Berprestasi Internasional, Dosen Berprestasi Asia, Dosen Berprestasi Dunia, Dosen Muda Berprestasi, Dosen dengan Segudang Prestasi, Dosen dengan Prestasi Terbanyak di Indonesia, dan banyak lagi lainnya.

Harits secara konsisten mengukir prestasi yang membuatnya menjadi salah satu dosen dengan prestasi terbanyak di Indonesia. Mengawali deretan prestasinya, Harits meraih penghargaan sebagai Akademisi Berkarya dalam ajang Adi Acarya Award 2020. Lalu di tahun 2021, ia meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia sebagai dosen yang berhasil melakukan penerbitan sebanyak 14 buku dalam kurun waktu 1 tahun. Di tahun 2022, bersama rekan-rekannya, ia berhasil membawa Itera Press menjadi penerbit penyumbang ISBN terbanyak di kabupaten Lampung Selatan. Turut mempopulerkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia di kancah internasional tahun 2022, Harits menulis buku dalam 4 bahasa, yaitu Indonesian, Lampungnese, Kromo Javanese, Ngoko Javanese, dan Sundanese Numerals dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar agar buku-buku tersebut lebih mudah dipahami oleh penutur bahasa asing.

Harits Setyawan, Dosen dengan Rentetan Prestasi Terbanyak di Indonesia

Di tahun 2023, Harits meraih penghargaan dari Indonesia Book of Records dengan tercatat sebagai dosen yang diterima bekerja di 10 kampus negeri dan swasta di Indonesia. Tidak hanya itu, ia juga mengukir prestasi di tingkat Asia dengan keberhasilannya melakukan penerbitan sebanyak 61 buku dalm kurun waktu 1 tahun sehingga dianugerahi gelar Grandmaster Asia Book of Records. Disiplin dalam melaksanakan serah simpan karya, Harits Setyawan berhasil membawa Itera Press meraih penghargaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam ajang Pekan Penghargaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Tahun 2023. Masih di tahun yang sama, Harits terpilih sebagai salah satu respondent The Times Higher Education World University Rankings dalam menilai dan merekomendasikan kampus-kampus yang ada di Indonesia. Sementara itu di tingkat internal kampus, Harits membawa Itera Press meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Itera 2023 sebagai Pengelola Siaran Pers Terbaik Kedua se-Institut Teknologi Sumatera. 

Mengawali tahun 2024, Harits Setyawan berhasil menjadi dosen dengan peringkat top 50 Sinta Score Overall se-Indonesia. Selanjutnya, program kolaborasi menulis yang digagasnya pada saat masih menjadi Pemimpin Redaksi Itera Press di tahun 2020 lalu juga akhirnya membuahkan hasil dengan keberhasilan program studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Sumatera meraih peringkat 1 Sinta Score 3Yr dan Sinta Score Overall dari 120 program studi DKV se-Indonesia di tahun 2024. Hingga 31 Desember 2024, Harits tercatat telah melakukan penerbitan sebanyak 225 buku dan prosiding ber-ISBN dan berhasil meraih pengakuan dari Asosiasi Dosen Muda Indonesia (ADMI) sebagai dosen yang berhasil melakukan penerbitan buku ber-ISBN terbanyak di Indonesia. Kemudian di tingkat internal kampus, ia membawa Itera Press menyabet 2 penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Humas Itera 2024 sebagai terbaik kedua pengelola siaran pers dan terbaik ketiga pengelola laman se-Institut Teknologi Sumatera.

Harits Setyawan, Dosen dengan Rentetan Prestasi Terbanyak di Indonesia

Selama 5 tahun berturut-turut, Harits berhasil mengukir berbagai prestasi di tingkat internal kampus, nasional, dan internasional. Atas dasar tersebut, Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia menganugerahinya penghargaan sebagai Dosen Berprestasi dengan Rentetan Prestasi Terbanyak di Indonesia. Di balik berbagai prestasi tersebut, di mata mahasiswa-mahasiswinya, Harits Setyawan ternyata merupakan sosok dosen yang sederhana tetapi dikagumi. Tidak jarang, mahasiswa-mahasiswi menghubunginya untuk menanyakan mata kuliah apa saja yang ia ampu karena mereka ingin mengikutinya. Bahkan pernah ada mahasiswa-mahasiswi yang meminta agar ia kembali mengajar setelah resign dari suatu kampus karena tidak lagi memiliki cukup waktu dan tenaga. Dikenal pendiam tetapi seru dan humoris saat di kelas. Itu yang membuat mata kuliah yang diampunya selalu hidup dan berkesan bagi mahasiswa-mahasiswinya.

Berikut rentetan prestasi yang telah diukir oleh Harits Setyawan selama 5 tahun terakhir:

01. Akademisi Berkarya dalam Adi Acarya Award di tahun 2020

02. Dosen yang berhasil menerbitkan 14 buku dalam kurun waktu 1 tahun diberikan oleh LEPRID di tahun 2021

03. Dosen yang menulis dan menerbitkan buku dalam 4 bahasa di tahun 2022

04. Bersama tim berhasil membawa Itera Press menjadi penerbit penyumbang ISBN terbanyak di kabupaten Lampung Selatan di tahun 2022 (berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh tim Itera Press dengan menggunakan data yang tersedia di laman ISBN Perpusnas RI)

05. Hingga tahun 2022, bersama Itera Press terbitkan lebih dari 100 buku ber-ISBN gratis untuk penulis

06. Hingga tahun 2022, telah mengadakan seminar dan pelatihan gratis tentang penerbitan buku selama 2 tahun berturut-turut

07. Penghargaan dari Indonesia Book of Records di tahun 2023 dengan tercatat sebagai dosen yang diterima bekerja di 10 kampus di Indonesia

08. Penghargaan dari Asia Book of Records di tahun 2023 karena keberhasilan melakukan penerbitan sebanyak 61 buku dalam kurun waktu 1 tahun

09. Membawa Itera Press meraih penghargaan SSKCKR dari Perpusnas RI di tahun 2023

10. Bawa Itera Press raih penghargaan dari Anugerah Humas Itera di tahun 2023

11. Terpilih sebagai repondent The Times Higher Education World University Rankings

12. Hingga tahun 2023, bersama Itera Press terbitkan lebih dari 200 buku ber-ISBN gratis untuk penulis

13. Raih predikat penulis dan editor profesional sekaligus melalui jalur portofolio dari BNSP di tahun 2023

14. Peringkat 1 Sinta Score Overall se-Institut Teknologi Sumatera Tahun 2023

15. Hingga tahun 2023, telah mengadakan seminar dan pelatihan gratis tentang penerbitan buku selama 3 tahun berturut-turut

16. Penggagas program kolaborasi menulis dosen dan mahasiswa yang berhasil membawa DKV Itera meraih peringkat 1 Sinta Score 3Yr dan Sinta Score Overall dari 120 prodi DKV se-Indonesia di tahun 2024

17. Top 50 Scientists Sinta Score Overall se-Indonesia Tahun 2024

18. Berhasil melakukan penerbitan sebanyak 225 buku dan prosiding ber-ISBN

19. Di tahun 2024, meraih pengakuan dari Asosiasi Dosen Muda Indonesia (ADMI) sebagai dosen yang berhasil melakukan penerbitan buku terbanyak di Indonesia

20. Membawa Itera Press raih 2 penghargaan sekaligus dalam Anugerah Humas Itera tahun 2024

21. Hingga tahun 2024, telah mengadakan seminar dan pelatihan gratis tentang penerbitan buku selama 4 tahun berturut-turut

22. Hingga tahun 2024, bersama Itera Press terbitkan lebih dari 300 buku ber-ISBN gratis untuk penulis

23. Bersama tim berhasil membawa Itera Press menjadi penerbit penyumbang ISBN terbanyak di provinsi Lampung di tahun 2024 (berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh tim Itera Press dengan menggunakan data yang tersedia di laman ISBN Perpusnas RI)

24. Bersama tim berhasil membawa Itera Press menjadi top 3 penerbit perguruan tinggi negeri peraih ISBN terbanyak di Indonesia tahun 2024 (berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh tim Itera Press dengan menggunakan data yang tersedia di laman ISBN Perpusnas RI)

25. Bersama tim berhasil membawa Itera Press menjadi top 10 penerbit umum peraih ISBN terbanyak di Indonesia tahun 2024 (berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh tim Itera Press dengan menggunakan data yang tersedia di laman ISBN Perpusnas RI)

Harits Setyawan, Dosen dengan Rekor Publikasi Buku Ber-ISBN Terbanyak di Indonesia

Harits Setyawan, dosen DKV Institut Teknologi Sumatera, meraih pengakuan dari Asosiasi Dosen Muda Indonesia (ADMI) sebagai dosen yang berhasil melakukan penerbitan buku ber-ISBN terbanyak se-Indonesia. Hingga hari ini, 8 Januari 2025, tercatat Harits telah melakukan penerbitan sebanyak 225 buku dan prosiding ber-ISBN.

Karya-karya dosen yang hingga kini memiliki pengalaman diterima bekerja di 11 kampus negeri dan swasta di Indonesia tersebut tidak hanya digunakan di kampus Institut Teknologi Sumatera tetapi kampus-kampus lain di mana ia pernah bekerja sebelumnya dan bahkan hingga kampus di luar pulau Sumatera. Selain buku-buku yang berkaitan dengan perkuliahan, Harits juga menulis buku-buku populer, seperti kumpulan kisah-kisah inspiratif, cerita bergambar, serta pantun dan puisi.

Dalam menulis, Harits tidak selalu sendiri. Justru ia sering menulis bersama-sama, baik dengan rekan-rekan dosen maupun mahasiswa-mahasiswi di kampus. Program kolaborasi menulis dosen dan mahasiswa yang digagasnya di tahun 2020 ketika ia masih menjadi Pemimpin Redaksi Itera Press terus dijalankan hingga saat ini dan perlahan membuahkan hasil. Salah satunya yaitu keberhasilan prodi DKV Itera meraih peringkat 1 Sinta Score 3Yr dan Overall dari 120 prodi Desain Komunikasi Visual se-Indonesia di tahun 2024.

Harits mengucapkan terima kasih kepada Institut Teknologi Sumatera Press yang telah membantu menerbitkan buku-buku karya civitas akademika Itera. Keberadaan Itera Press memungkinkan civitas akademika Institut Teknologi Sumatera menerbitkan buku sebanyak apapun tanpa terbebani oleh biaya sehingga rekor sebagai dosen yang berhasil melakukan penerbitan buku ber-ISBN terbanyak se-Indonesia itu pun dapat diraih.

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Perpusnas RI Lakukan Migrasi Data ke Aplikasi Baru

Senin 16 Desember 2024, Perpusnas RI melaksanakan sosialisasi aplikasi baru layanan ISBN dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa Perpusnas RI akan melakukan migrasi data ke aplikasi yang baru. Oleh sebab itu, penerbit buku di seluruh Indonesia tidak dapat mengajukan permohonan ISBN baru hingga awal tahun 2025. Meskipun demikian, buku-buku yang sudah masuk ke dalam pengajuan ISBN dan mengalami revisi dapat diperbaiki hingga tanggal 28 Desember 2024.

Mewakili Institut Teknologi Sumatera Press, Harits Setyawan koordinator Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) Itera Press dan Doni Alfaruqy reviewer buku Itera Press menghadiri acara tersebut. Dalam sosialisasi yang berlangsung pukul 08.30-11.30 itu dijelaskan cara menggunakan aplikasi baru layanan ISBN. Selain itu, fitur-fitur baru yang sebelumnya tidak ada di aplikasi layanan ISBN yang lama juga dikenalkan kepada peserta. “Kami sangat terbantu dengan adanya sosialisasi tersebut dan semoga aplikasi yang baru dapat memperlancar permohonan ISBN”, tutur Harits.

Itera Press Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Ajang AHI 2024

Harits Setyawan & Doni Alfaruqy dalam ajang Anugerah Humas Itera 2024

Selasa 26 November 2024, kampus Institut Teknologi Sumatera menyelenggarakan ajang Anugerah Humas Itera (AHI) 2024 dalam rangka mengapresiasi fakultas, unit, lembaga, program studi, civitas akademika, dan media partner yang berprestasi dalam mewujudkan sinergi untuk kampus bermartabat. Acara yang berlangsung di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 tersebut mengangkat kategori pengelola laman terbaik, siaran pers terbaik, media sosial terbaik, kerja sama terbaik, insan humas terfavorit, dan media partner terbaik. Itera Press berhasil menyabet 2 penghargaan sekaligus, yaitu sebagai Terbaik 2 (Silver Winner) untuk kategori Siaran Pers dan Terbaik 3 (Bronze Winner) untuk kategori Pengelola Laman. Mewakili tim Itera Press, Harits Setyawan, Koordinator ISBN dan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) Itera Press dan Doni Alfaruqy, Reviewer Buku Itera Press, menerima penghargaan tersebut. Rupanya, ini bukan kali pertama Itera Press meraih penghargaan di Ajang Anugerah Humas Itera. Pada tahun sebelumnya, Itera Press juga berhasil menyabet penghargaan sebagai Terbaik 2 (Silver Winner) untuk kategori Siaran Pers. Dengan demikian, Itera Press sudah 2 tahun berturut-turut sukses menjadi juara bertahan.

Dibantu oleh Doni Alfaruqy, Harits Setyawan mengelola website dan menulis berita-berita tentang Itera Press. Meskipun kedua dosen tersebut tidak memiliki latar belakang pendidikan Sistem Informasi, mereka dengan tekun belajar hingga akhirnya berhasil mengukir berbagai prestasi. “Selama bertugas di Itera Press, kami belajar banyak hal seperti mengelola website, menulis berita, mendesain cover, melayout buku, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan publikasi buku. Prestasi-prestasi yang berhasil diraih oleh Itera Press bukan karena bakat atau latar belakang pendidikan tetapi karena kemauan, kerja keras, dan dedikasi yang tinggi dari tim Itera Press. Kami berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam membawa Institut Teknologi Sumatera menuju puncak kejayaan. Prestasi-prestasi yang berhasil diraih oleh Itera Press di tingkat kampus, nasional, dan internasional merupakan bukti keseriusan kami dalam mewujudkan komitmen tersebut”, tutur Harits. Mewakili seluruh tim Itera Press, kedua dosen tersebut mengucapkan terima kasih kepada Humas Itera yang telah mengapresiasi fakultas, unit, lembaga, program studi, dan civitas akademika berprestasi di Institut Teknologi Sumatera. Anugerah Humas Itera merupakan ajang yang sangat penting untuk terus diselenggarakan karena memupuk sikap mental positif yang diperlukan untuk mencapai Itera dan Indonesia emas.

Kerja Sama dengan Alumni Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lampung (GLAM), Itera Press Adakan Seminar Pengelolaan Penerbitan Buku di Kampus

Harits Setyawan dalam Seminar “Mengelola Penerbitan Buku di Kampus”

Senin.18 November 2024, tim Itera Press kembali mengadakan seminar yang ditujukan untuk pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan masyarakat umum. Seminar yang diselenggarakan bekerja sama dengan Alumni Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Lampung, itu mengangkat tema “Mengelola Penerbitan Buku di Kampus”. Seminar tersebut merupakan seminar & pelatihan ke-4 yang diadakan oleh Itera Press di tahun 2024 ini. Menghadirkan Harits Setyawan, pemimpin redaksi Itera Press pertama (2020-2021), dan Doni Alfaruqy, pemimpin redaksi Itera Press kedua (2022-2023) sebagai pemateri, seminar berlangsung pada pukul 10.00-11.30 WIB. Pada kesempatan itu, Harits menyampaikan tentang bagaimana mendirikan penerbit kampus. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membentuk tim pengelola dan membuat usulan ke kampus. Setelah memperoleh surat keputusan dari pimpinan kampus, tim pengelola perlu berkoordinasi dengan TIK untuk pembuatan website penerbit. Kemudian, pendaftaran penerbit dapat dilakukan melalui laman: isbn.perpusnas.go.id. Selanjutnya, penerbit buku akan bisa mengajukan permohonan ISBN. Setiap buku yang akan diajukan harus diunggah di laman penerbit dengan menampilkan judul buku, cover depan, kepengarangan, ukuran buku, jumlah halaman, tahun terbit, dan deskripsi singkat buku. Terdapat 2 berkas yang harus diunggah oleh penerbit untuk setiap buku yang diajukan, yaitu surat permohonan dan dummy buku. Surat permohonan berisi surat permohonan, surat pernyataan keaslian karya (SPKK), dan halaman-halaman depan buku yang dijadikan 1 file dalam format PDF dengan ukuran maksimal 2 MB. Sementara itu, dummy buku merupakan buku lengkap mulai dari cover depan hingga cover belakang dalam format PDF dengan ukuran maksimal 10 MB.

Di Itera Press, seluruh berkas dikirim melalui e-mail: [email protected]. Berkas-berkas tersebut yaitu buku dan surat pernyataan keaslian karya. Selanjutnya, buku akan melalui proses review oleh tim Itera Press. Apabila tidak terdapat permasalahan, permohonan ISBN buku tersebut akan dikirim ke Perpusnas RI. Kemudian, buku akan direview oleh tim ISBN Perpusnas RI. Apabila tidak ada permintaan revisi, buku akan memperoleh ISBN dalam kurun waktu rata-rata 1 hingga 2 minggu dan paling cepat dalam 3 hari tergantung respon dari tim ISBN Perpusnas RI. Lebih lanjut lagi, Harits juga memaparkan strategi-strategi yang dilakukan dalam mengembangkan penerbitan buku di kampus. Itera Press rutin mengadakan seminar dan pelatihan untuk mendorong peningkatan publikasi buku dan sekaligus memperkenalkan penerbit yang baru menginjak usia 4 tahun itu ke masyarakat di seluruh Indonesia. Seminar dan pelatihan tersebut diselenggarakan tidak hanya melalui inisiasi dari tim Itera Press tetapi juga undangan sebagai pemateri dari pihak luar, dan kerjasama dengan penerbit di kampus lain. Lebih lanjut lagi, Itera Press juga berusaha menciptakan ekosistem di mana dosen dan mahasiswa berkolaborasi menghasilkan luaran buku. “Salah satu contohnya yaitu prodi DKV ITERA yang mengirim 14 buku ke Itera Press di tahun 2024 ini. Di ITERA, terdapat 42 program studi. Sangat besar harapannya, ekosistem seperti itu juga diterapkan oleh prodi-prodi yang lain. Apabila setiap prodi mengirim 10 buku, Itera Press akan bisa menerbitkan 420 buku per tahun. Hal tersebut akan berdampak positif bagi penulis, penerbit, program studi, dan kampus”, terang Harits Setyawan.

Doni Alfaruqy dalam seminar “Mengelola Penerbitan Buku di Kampus”

Harits juga memaparkan manfaat-manfaat yang dapat diraih oleh civitas akademika apabila memiliki penerbit buku di kampus. Yang pertama yaitu bisa memperoleh lebih dari 1 ISBN untuk sebuah buku. Perpusnas RI menyediakan ISBN untuk buku cetak dan buku elektronik sehingga buku bisa memperoleh beberapa ISBN. Namun, penerbit pada umumnya hanya mengusulkan 1 jenis ISBN saja untuk menghemat biaya, waktu, dan tenaga. Itera Press bisa mengajukan 3 jenis ISBN sekaligus: ISBN cetak, PDF, dan ePUB untuk sebuah buku. Dengan demikian, Sinta Score dapat ditingkatkan hingga 3 kali lipat. Selanjutnya, memiliki penerbit buku di kampus memungkinkan civitas akademika untuk mengukir berbagai prestasi. Itera Press berhasil membawa civitas akademika Institut Teknologi Sumatera mengukir prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional, membantu prodi DKV ITERA meraih peringkat 1 Sinta Score 3Yr dan Sinta Score Overall se-Indonesia, dan meraih penghargaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Lebih lanjut lagi, memiliki penerbit buku di kampus juga membuat civitas akademika dikenal oleh masyarakat luas. Buku-buku yang diterbitkan oleh Itera Press tidak hanya digunakan di kampus Institut Teknologi Sumatera tetapi juga kampus-kampus lain hingga luar Sumatera. Salah satu contohnya yaitu buku “Critical Reading: English for Science and Engineering” yang juga digunakan di kampus Universitas Tanjungpura, Kalimantan. Tidak hanya itu, memiliki penerbit buku di kampus juga dapat mendorong peningkatan publikasi. Civitas akademika akan terbantu dengan adanya penerbit buku di kampus karena menerbitkan buku menjadi lebih mudah dan cepat dengan dibantu oleh orang-orang yang ahli di bidang editing, desain, dan layout.

Pada sesi kedua, Doni Alfaruqy menyampaikan tentang landasan hukum terkait pengelolaan penerbitan buku berdasarkan UU RI No 3 Tahun 2017 yang mengatur tentang tugas, peran, dan fungsi dari penerbitan buku. Pemateri juga memberikan contoh-contoh terkait berbagai macam profesi yang bisa dijalankan dalam bisnis penerbitan buku, seperti penulis, editor, desainer, ilustrator dan tata letak (layouter). Harapannya, dengan materi yang disampaikan dapat membuka wawasan peserta webinar tentan peluang dan tantangan ke depan dalam proses penulisan dan penerbitan buku.

Dorong Peningkatan Publikasi Buku, ITERA Press Rutin Adakan Seminar & Pelatihan

Harits Setyawan dalam seminar “Strategi Meminimalisir Kemungkinan Buku Tidak Memperoleh ISBN” yang diselenggarakan pada hari Jumat, 08 November 2024 pukul 10.00-11.30 WIB

Jumat, 08 November 2024, Itera Press mengadakan seminar daring dengan tema “Strategi Meminimalisir Kemungkinan Buku Tidak Memperoleh ISBN” dengan narasumber Harits Setyawan dan “Cara Mudah Menulis Buku Fiksi & Non Fiksi” dengan narasumber Doni Alfaruqy. Seminar-seminar tersebut diperuntukan tidak hanya untuk civitas akademika Itera tetapi juga masyarakat umum di seluruh Indonesia. Informasi seminar dan link zoom dibagikan melalui grup Facebook, WhatsApp, dan Telegram seperti Asosiasi Dosen Muda Indonesia (ADMI), Penulis Buku Indonesia (BPI), Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT), dan grup-grup lainnya agar dapat diakses oleh siapapun yang tertarik pada bidang penulisan buku. Secara keseluruhan, terdapat 143 peserta yang mengikuti seminar-seminar tersebut. Seminar dengan pemateri Harits Setyawan diadakan pukul 10.00-11.30. Pada kesempatan itu, Harits menyampaikan pengalaman-pengalaman tentang permintaaan revisi dari reviewer buku Perpusnas RI terhadap buku-buku yang diajukan oleh Itera Press, diantaranya yaitu kekeliruan-kekeliruan dalam kelengkapan berkas, keseragaman istilah & penulisan judul, penggunaan logo, surat pernyataan keaslian karya, daftar isi & nomor halaman, serta biografi/ autobiografi penulis. Melalui pemaparan materi tersebut, diharapkan kekeliruan-kekeliruan yang sama tidak terulang kembali sehingga proses permohonan ISBN buku dapat berjalan dengan lancar.

Lebih lanjut lagi, Harits juga menyampaikan calon-calon penulis muda, termasuk dirinya di masa lalu sering tidak merasa percaya diri sehingga menunda untuk menerbitkan karya-karya mereka. Hal tersebut justru dapat berdampak buruk, seperti menghambat produktivitas dan menyulitkan penulis untuk dikenal oleh masyarakat luas. Padahal, menerbitkan buku adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan bagi penulis dan tidak seperti artikel di jurnal ilmiah, buku dapat terus disempurnakan melalui edisi-edisi berikutnya. Oleh sebab itu, rasa tidak percaya diri harus dibuang jauh-jauh. Kemudian agar tingkat kesulitan tidak terlalu berat, calon-calon penulis muda juga dapat memulai dengan menulis buku-buku fiksi yang berisi cerpen, puisi, pantun, atau pengalaman pribadi yang disamarkan. Tidak sedikit film terlaris di dunia yang berhasil menarik jutaan penonton diangkat dari kisah-kisah fiksi. Dengan demikian, kita tidak bisa memandang sebelah mata buku-buku fiksi. Harits menutup pemaparan materi dengan kata-kata motivasi untuk para peserta, “Pengetahuan yang tidak disampaikan hanya akan bertahan sepanjang usia kita, pengetahuan yang disampaikan secara lisan hanya akan bertahan selama ada yang mengingatnya, tetapi pengetahuan yang kita sampaikan melalui tulisan akan bertahan dari satu generasi ke generasi berikutnya, bahkan ketika kita sudah tiada”.

Doni Alfaruqy dalam seminar “Cara Mudah Menulis Buku Fiksi & Non Fiksi” yang diselenggarakan pada hari Jumat, 08 November 2024 pukul 15.00-16.30 WIB

Sementara itu, seminar dengan pemateri Doni Alfaruqy diadakan pukul 15.00-16.30. Doni menyampaikan tentang tips menulis buku fiksi dan non fiksi yang dapat dimulai dengan hal yang sederhana, misal memulai dari bidang yang dikuasai oleh penulis untuk buku non fiksi dan untuk buku fiksi bisa dibuat plot atau alur cerita yang menarik berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis. Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta bertanya terkait cara menjaga motivasi menulis buku dikala terjadi kejenuhan dalam menulis. Terkait hal ini, narasumber sangat menekankan pentingnya rehat sejenak dari aktivitas menulis dan melakukan hobi atau olahraga ringan untuk membuat pikiran agar segar kembali, setelah itu, lanjutkan Kembali aktivitas menulis sesuai dengan target yang telah dibuat.

Sejak berdiri di tahun 2020 hingga saat ini, Itera Press rutin mengadakan seminar dan pelatihan, baik yang diinisiasi oleh tim Itera Press maupun yang diinisiasi oleh pihak lain. Di kampus Itera, mahasiswa-mahasiswi Arsitektur telah selama 3 tahun berturut-turut mengundang pemateri dari Itera Press untuk melakukan pelatihan dalam menyusun buku Panipahan Mengarungi Laut, Menapak Jejak Suku Mentawai, dan Nusaantara 4.0, 2024. Selain itu, tim Itera Press juga pernah menjadi pemateri dalam seminar “Pelatihan Penulisan Buku Ajar & Talkshow How to Avoid Predatory Journal” yang diselenggarakan oleh LPPM Itera dengan pemateri dari 3 kampus: Itera, Unila, dan ITB. Di luar kampus Itera, tim Itera Press juga pernah diundang sebagai narasumber dalam acara-acara yang diadakan bersama Radio RRI Pro 2 Lampung dengan topik “Regulasi Hak Cipta”, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Press dengan topik “Penerbit sebagai Unit Penunjang Akademik”, dan Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Lampung dengan topik “Pengelolaan Penerbitan Buku di Kampus” yang rencananya akan diadakan pada tanggal 18 November 2024 nanti.