Bedah Buku Nusantara 2022, “PANIPAHAN: MENGARUNGI LAUT”

Panipahan Mengarungi Laut merupakan buku karya Tim Ekskursi Mengarungi Laut 2022. Buku ini mengangkat Arsitektur Vernakular yang ada di Panipahan, sebuah kepenghuluan yang berada di Provinsi Riau, di mana terdapat dua budaya yang sangat kental, yaitu budaya Melayu dan budaya Tionghoa.

Menurut buku ini, Arsitektur Vernakular itu sendiri merupakan kebiasaan masyarakat local yang dilestarikan keberlangsungannya dalam membentuk bangunan hunian. Dari sini sebagai pembaca, kita berharap akan menemukan informasi tentang arsitektur yang dipengaruhi oleh budaya masyarakat Melayu dalam membentuk bangunan hunian dan arsitektur yang dipengaruhi oleh budaya masyarakat Tionghoa dalam membentuk bangunan hunian, serta akulturasi yang terjadi di dalam bidang arsitektur sebagai akibat dari adanya interaksi kedua masyarakat tersebut.

Sebagaimana diharapkan, buku ini menyajikan perbandingan antara arsitektur yang dipengaruhi oleh budaya masyarakat Melayu dan arsitektur yang dipengaruhi oleh budaya masyarakat Tionghoa, serta arsitektur yang merupakan bentuk akulturasi dari dua budaya tersebut. Tidak hanya itu, buku ini juga menyajikan detail yang mendeskripsikan arsitektur dengan budaya Melayu dan arsitektur dengan budaya Tionghoa, seperti rumah, fitur rumah, utilitas, dan banyak lainnya.

“Meskipun saya tidak terlibat dalam penulisan buku ini, dengan membaca buku ini saja, saya tahu bahwa buku ini jika diibaratkan seperti olahraga tinju, maka buku ini merupakan buku kelas berat. Artinya, buku seperti ini tidak akan bisa selesai hanya dengan duduk di depan laptop dan menuangkan apa yang ada di kepala kita. Buku jenis ini memerlukan pengorbanan tenaga, waktu, dan biaya yang tidak sedikit. Saya sangat mengapresiasi semangat rekan-rekan kita yang masih muda-muda tetapi sudah mampu membuat buku seperti ini. Hal tersebut tentunya merupakan pencapaian yang sangat luar biasa sekali.”, terang Harits Setyawan.

Topik yang diangkat di dalam buku ini juga bukan topik yang biasa. Masih sangat jarang sekali penulis yang mengangkat topik tentang arsitektur vernacular yang ada di wilayah Indonesia, terutama di Sumatera. Oleh karena itu, buku ini berpotensi besar menjadi buku yang akan dijadikan rujukan oleh penulis-penulis berikutnya. Selain itu, buku ini juga secara tidak langsung menjadi media untuk mempromosikan kekayaan budaya dalam bentuk arsitektur yang ada di Sumatera kepada dunia sehingga dapat membawa dampak positif terhadap daerah yang arsitektur vernakularnya diangkat dalam buku ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *