ITERA Press Berhasil Terbitkan Lebih dari 300 Buku Ber-ISBN

Senin 9 Oktober 2024 nanti, ITERA Press baru genap berusia 4 tahun. Namun belum juga sampai di usia itu, ITERA Press sudah kembali mengukir prestasi yang begitu membanggakan dengan berhasil menerbitkan lebih dari 300 buku ber-ISBN. Dalam upaya untuk memaksimalkan peningkatan Sinta Score dan distribusi buku, ITERA Press mengajukan permohonan 2 ISBN sekaligus, yaitu versi PDF dan ePUB. Rupanya, hal itu mendapat respon yang sangat positif dari penulis, terutama dosen dan mahasiswa.

Harits Setyawan, koordinator permohonan ISBN dan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) ITERA Press, menjelaskan sepanjang tahun 2024 ini (Januari – Juni 2024) ITERA Press telah berhasil menerbitkan 56 buku ber-ISBN. Seluruh buku ber-ISBN yang telah diterbitkan yaitu 304 buku sehingga jika dirata-rata, ITERA Press mampu menerbitkan 86 buku ber-ISBN per tahun. Jumlah tersebut tidak termasuk buku-buku yang sedang dalam proses review atau gagal memperoleh ISBN dari Perpusnas RI. 

Tefur Nur Rohman, pemimpin redaksi ITERA Press, menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika ITERA atas support yang telah diberikan selama ini. Tanpa support tersebut, ITERA Press tidak akan sampai pada titik ini. Bliau bercerita pada saat awal-awal  ITERA Press berdiri, untuk menerbitkan 3 buku saja sangat sulit sehingga Pak Harits Setyawan dan Pak Doni Alfaruqy harus menulis 3 buku pertama ITERA Press agar bisa mendaftar sebagai anggota IKAPI. “Sekarang ITERA Press berhasil menerbitkan 100 kali lipatnya”, tuturnya.

Bertukar Wawasan tentang Penerbitan Kampus, IPB Press Lakukan Kunjungan ke ITERA Press

Perwakilan ITERA Press Bersama dengan Perwakilan IPB Press

Selasa 25 Juni 2024, Erick Wahyudyono, direktur Institut Pertanian Bogor (IPB) Press, bersama timnya berkunjung ke ITERA Press untuk bertukar wawasan dalam mengelola penerbitan kampus. Mewakili tim ITERA Press, Harits Setyawan, Doni Alfaruqy, dan Muhammad Arhan Rajab menyambut dengan antusias kunjungan itu. Pertemuan diadakan di ruang rapat UPA Perpustakaan ITERA dan juga dihadiri oleh perwakilan dari Unit Penunjang Akademik tersebut. Tim ITERA Press menyampaikan pengalaman-pengalaman yang telah dilalui selama bertugas di penerbit kampus yang belum berusia 4 tahun itu, mulai dari proses penerbitan buku hingga bagaimana ITERA Press berkolaborasi dengan program studi dan unit-unit terkait dalam upaya bersama membangun kampus. Sementara itu, IPB Press menyampaikan bagaimana penerbit itu mempromosikan, memasarkan, dan mendistribusikan buku, bahkan membantu penerbit-penerbit kampus dalam mencetak buku dengan harga yang bersaing.

Perwakilan ITERA Press dan UPA Perpustakaan ITERA Bersama dengan Perwakilan IPB Press

Pertemuan yang diadakan selama kurang lebih 100 menit itu semakin memperluas wawasan kedua penerbit tersebut dalam mengelola usaha penerbitan dan percetakan buku. Pada kesempatan itu, Direktur IPB Press juga mengajak ITERA Press untuk ikut serta dalam program: (1) Literasi dalam Genggaman, (2) Ekspor Literasi, dan (3) University Press Management yang bertujuan untuk meningkatkan literasi di seluruh penjuru Indonesia, menyebarluaskan buku-buku karya penulis Indonesia hingga ke mancanegara, dan memajukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pencetakan dan pemasaran buku. “Sebuah kehormatan bagi kami mendapat kunjungan dari IPB Press. Penerbit kampus yang sudah memiliki pabrik percetakan buku dan toko buku sendiri, serta jaringan yang luas”, ujar Harits Setyawan, koordinator permohonan ISBN dan SSKCKR ITERA Press.

Kolaborasi ITERA Press dan Program Studi Bawa DKV ITERA Raih Peringkat 1 Sinta Score Overall dan Sinta Score 3Yr se-Indonesia

Prodi DKV ITERA raih peringkat 1 Sinta Score Overall dan Sinta Score 3Yr dari 120 program studi Desain Komunikasi Visual se-Indonesia

Bangga! Program studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), berhasil meraih peringkat 1 Sinta Score Overall dan Sinta Score 3Yr dari 120 Program Studi Desain Komunikasi Visual se-Indonesia berdasarkan data di laman Sinta Kemendikbud yang diakses hari Selasa 25 Juni 2024: https://sinta.kemdikbud.go.id/departments/affiliations/90241 Keberhasilan tersebut dapat diraih berkat ketekunan rekan-rekan di prodi DKV ITERA dalam melakukan publikasi karya-karya mereka, yang di antaranya yaitu melalui kolaborasi program studi tersebut dan penerbit ITERA Press.

Prodi DKV ITERA raih peringkat 1 Sinta Score Overall dan Sinta Score 3Yr dari 120 program studi Desain Komunikasi Visual se-Indonesia

Di tahun 2024 ini tercatat, program studi DKV ITERA telah berhasil melakukan penerbitan sebanyak 8 buku dengan ISBN: 978-623-8472-12-3 (PDF), 978-623-8472-13-0 (EPUB), 978-623-8472-25-3 (PDF), 978-623-8472-24-6 (EPUB), 978-623-8472-46-8 (PDF), 978-623-8472-47-5 (EPUB), 978-623-8472-50-5 (PDF), dan 978-623-8472-51-2 (EPUB). Seluruh buku tersebut diterbitkan oleh ITERA Press. Harits Setyawan, koordinator permohonan ISBN dan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) ITERA Press, menjelaskan bahwa buku-buku yang diajukan oleh prodi DKV ITERA belum seluruhnya memperoleh ISBN karena masih dalam proses review. “Jumlah ISBN yang diraih oleh prodi DKV ITERA bisa lebih banyak lagi jika proses permohonan ISBN ke Perpusnas RI sudah selesai semua”, jelasnya.

Harits Setyawan, koordinator permohonan ISBN dan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) ITERA Press

ITERA Press mendukung program studi untuk unggul tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Keberhasilan prodi DKV ITERA meraih peringkat 1 Sinta Score Overall dan Sinta Score 3Yr dari 120 program studi Desain Komunikasi Visual se-Indonesia adalah bukti komitmen ITERA Press dalam melaksanakan hal tersebut. Lebih lanjut lagi Harits menjelaskan kolaborasi yang dilakukan oleh program studi dan penerbit kampus memungkinkan ITERA Press untuk memahami kebutuhan prodi-prodi yang ada. Oleh sebab itu, ITERA Press mengajukan lebih dari 1 jenis ISBN untuk mendukung peningkatan Sinta Score baik penulis maupun afiliasi. ITERA Press juga mendukung dosen dan mahasiswa untuk berkolaborasi dalam menulis dengan menerbitkan buku-buku karya dosen dan mahasiswa. Selain itu, ITERA Press juga secara rutin melaksanakan pelatihan-pelatihan untuk menumbuhkan semangat dan sekaligus menjaring calon-calon penulis yang menerbitkan buku di ITERA Press.

Harits Setyawan, Dosen Muda dan Penulis Bertalenta yang Karya-Karyanya Digunakan di Berbagai Kampus

Harits Setyawan, Dosen Muda dan Penulis Bertalenta yang Karya-Karyanya Digunakan di Berbagai Kampus

Usia muda bukan penghalang untuk menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Terbukti, Harits Setyawan, dosen DKV ITERA, kembali tunjukan kredibilitasnya sebagai seorang penulis. Buku-buku yang ia tulis tidak hanya digunakan di kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA) tetapi juga kampus-kampus lain, bahkan hingga di luar Pulau Sumatera.

Kamis 18 Januari 2024, Dr. Dwiria Wahyuni, S.Si., M.Sc. mengkonfirmasi bahwa buku Critical Reading: English for Science and Engineering telah tiba di Universitas Tanjungpura, Kalimantan. Buku itu rencananya akan digunakan untuk pegangan bagi dosen dalam mengajar Bahasa Inggris pada Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Tanjungpura. Selain itu, buku tersebut juga akan disimpan di Perpustakaan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) agar dapat diakses oleh seluruh civitas akademika di fakultas itu.

Buku Critical Reading: English for Science and Engineering Tiba di Universitas Tanjungpura, Kalimantan

Critical Reading: English for Science and Engineering merupakan buku yang dirancang untuk pengajaran Bahasa Inggris bagi mahasiswa Sains dan Teknik. Buku itu pertama kali diterbitkan pada tahun 2021 dengan ISBN: 978-623-95199-4-0 (Printed). Karena antusiasme yang besar dari pembaca, buku tersebut kembali diterbitkan dalam format yang berbeda pada tahun 2023 dengan ISBN:  978-623-8315-46-8 (ePUB) dan 978-623-8315-97-0 (PDF).

Harits Setyawan, dosen yang hingga kini tercatat pernah diterima bekerja di 11 kampus di Indonesia, rupanya menggunakan buku-buku yang ia tulis dalam melaksanakan pengajaran. Oleh sebab itu, karya-karyanya telah digunakan di berbagai kampus, baik negeri maupun swasta. Menurut Harits, mengajar menggunakan buku karya diri sendiri merupakan suatu kebanggaan dan lebih membanggakan lagi apabila buku yang kita tulis juga digunakan oleh orang lain sebagai pegangan dalam mengampu suatu mata kuliah.

Berkat buku-buku yang ia tulis, Harits Setyawan berhasil meraih berbagai penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, 3 lembaga prestasi terkemuka: Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia (LEPRID), Indonesia Book of Records (IBoR), dan Asia Book of Records, pernah mencatat prestasi-prestasi yang ia raih. Harits mengucapkan rasa syukur dan berharap karya-karyanya dapat membawa manfaat bagi tenaga pendidik, peserta didik, dan masyarakat umum. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada ITERA Press yang telah menerbitkan buku-buku karya civitas akademika Institut Teknologi Sumatera sehingga buku-buku tersebut dapat dikenal oleh pembaca di seluruh Indonesia.

ITERA Press Top 3 Penerbit Perguruan Tinggi dan Top 10 Penerbit Umum se-Indonesia

Bangga! ITERA Press berhasil menjadi top 3 penerbit perguruan tinggi dan top 10 penerbit umum se-Indonesia peraih ISBN terbanyak di tahun 2023. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim ITERA Press melalui data yang disediakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada laman isbn.perpusnas.go.id, ITERA Press berhasil menempati posisi ketiga penerbit kampus yang memperoleh ISBN terbanyak di tahun 2023 dengan jumlah 136 ISBN. Posisi pertama dan kedua ditempati oleh UI Publishing, penerbit kampus Universitas Indonesia dan UNY Press, penerbit kampus Universitas Negeri Yogyakarta. Di usianya yang baru 3 tahun, ITERA Press telah berhasil mengungguli penerbit-penerbit kampus yang jauh lebih senior seperti UNDIP Press, UNS Press, ITB Press, USU Press, Unhas Press, UPI Press, UGM Press, dan IPB Press.

Sementara itu pada kategori umum, ITERA Press berhasil menempati posisi ke enam dengan top 5 penerbit peraih ISBN terbanyak di tahun 2023 yaitu Gagas Media, UI Publishing, Penerbit Andi, UNY Press, dan CV. Green Publisher Indonesia. Vico Luthfi Ipmawan, tim ITERA Press, menjelaskan laman ISBN Perpustakaan Nasional Republik Indonesia hanya menampilkan 1000 ISBN per penerbit sehingga ada kemungkinan tidak semua buku yang telah diterbitkan tampil. Meskipun demikian, perhitungan yang dilakukan memberi tahu posisi ITERA Press saat ini sebagai salah satu penerbit di Indonesia. “Upaya yang dilakukan oleh tim ITERA Press selama 3 tahun ini dalam mengelola dan mengembangkan penerbitan dengan segala keterbatasan yang ada berbuah manis. Semoga ini bisa menjadi penyemangat civitas akademika ITERA untuk terus berprestasi”, pungkasnya.

ITERA Press, Penerbit Penyumbang ISBN Terbesar di Provinsi Lampung

Tidak bisa dipungkiri, penerbit perguruan tinggi sering dianggap sebagai penerbit kelas dua oleh penulis. Bukan tanpa sebab, penerbit perguruan tinggi digerakan oleh orang-orang yang tidak sepenuhnya fokus menjalankan penerbitan. Jelas terlihat dampaknya, penerbit perguruan tinggi pada umumnya tidak berkembang sepesat penerbit-penerbit lainnya. Sebagai salah satu penerbit perguruan tinggi yang ada di Indonesia, ITERA Press tidak menampik pernyataan tersebut. Tim ITERA Press yang seluruhnya merupakan dosen memiliki banyak kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan sehingga sering tidak memiliki cukup waktu dan tenaga untuk mengelola penerbitan. Bahkan, mengelola sebuah penerbitan pun bukan merupakan sebuah kewajiban bagi dosen. Oleh sebab itu, tidak banyak rekan-rekan dosen yang berminat untuk turut mengembangkan penerbit kampus. Meskipun demikian, tim ITERA Press yang tetap solid dari awal berdiri hingga kini menolak untuk menyerah pada keadaan itu. Terbukti, ITERA Press kembali mengukir prestasi yang membanggakan dengan berhasil menjadi penerbit penyumbang ISBN terbesar di provinsi Lampung Tahun 2023.

Berdasarkan data yang dapat diakses pada laman https://isbn.perpusnas.go.id/Home/Statistik#isbnPerkota, Lampung Selatan meraih 156 ISBN di tahun 2023. Dari jumlah tersebut, ITERA Press menyumbang 136 ISBN dan berhasil membawa Lampung Selatan menjadi kota penyumbang ISBN terbesar kedua di provinsi Lampung di tahun 2023. Tidak sampai di situ, ITERA Press juga meraih hampir setengah jumlah ISBN yang diraih oleh Bandar Lampung, kota penyumbang ISBN terbesar di provinsi Lampung yang memperoleh 314 ISBN. Bahkan dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim ITERA Press, penerbit ini mampu unggul dari penerbit-penerbit besar berskala nasional seperti DeePublish yang meraih 135 ISBN, Erlangga yang meraih 113 ISBN, Yudhistira yang meraih 82 ISBN, dan Bumi Aksara yang meraih 44 ISBN di tahun 2023. Hingga saat ini, ITERA Press telah mengajukan permohonan ISBN sebanyak 270 buku: 240 buku sudah memperoleh ISBN dan sisanya sedang dalam tahap revisi/ review. Buku-buku tersebut tidak hanya karya civitas akademika ITERA tetapi juga penulis dari seluruh penjuru Indonesia. Selain buku-buku non fiksi, seperti buku ajar, referensi, dan monograf, ITERA Press juga menerbitkan buku-buku fiksi, seperti kumpulan cerpen inspiratif, buku cerita bergambar, dan buku anak.

Harits Setyawan, koordinator permohonan ISBN dan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) ITERA Press, menyampaikan bahwa dunia penerbitan buku saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit di mana banyak penerbit mengalami penurunan pada jumlah buku yang diterbitkan. Meskipun demikian, ITERA Press mampu bertahan dan secara konsisten meningkatkan jumlah terbitan buku setiap tahunnya. “Di tahun 2022 lalu, ITERA Press berhasil menjadi penerbit penyumbang ISBN terbesar di kabupaten Lampung Selatan, di tahun 2023 ini, ITERA Press berhasil menjadi penerbit penyumbang ISBN terbesar di provinsi Lampung, dan di tahun berikutnya pun, kami tetap optimis dengan dukungan civitas akademika ITERA, penerbit ini akan mampu meraih prestasi-prestasi yang membanggakan untuk Institut Teknologi Sumatera”, ungkapnya. Harits mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung ITERA Press sehingga penerbit yang usianya masih belia ini mampu menancapkan taringnya tidak hanya di kancah nasional tetapi juga internasional.

Harits Setyawan, Dosen Muda dengan Segudang Prestasi

Harits Setyawan, Dosen Muda dengan Segudang Prestasi

Selasa 19 Desember 2023, Humas Pusat ITERA menyelenggarakan ajang penghargaan Anugerah Humas ITERA 2023. Pada ajang penghargaan itu, ITERA Press berhasil menyabet penghargaan sebagai Pengelola Siaran Pers/ Berita Terbaik Kedua se-Institut Teknologi Sumatera. Penghargaan tersebut dapat diraih berkat ketekunan tim ITERA Press, Harits Setyawan, dalam menulis dan mengirimkan berita-berita terbaru tentang penerbit yang dikelola bersama rekan-rekannya itu baik di website maupun di media sosial ITERA Press.

Harits Setyawan dalam Pekan Penghargaan Pelaksanaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Tahun 2023

Selain mengelola website dan media sosial ITERA Press, Harits juga bertugas mengajukan permohonan ISBN dan mengirimkan buku-buku elektronik yang diterbitkan oleh ITERA Press ke eDeposit Perpusnas RI. Karena kedisiplinannya dalam melaksanakan serah simpan karya, Harits juga berhasil membawa Press menyabet penghargaan pada kategori “Produsen Karya (Monograf) pada Pekan Penghargaan Pelaksanaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di bulan September lalu.

Harits Setyawan Ukir Prestasi di Tingkat Asia

Di tahun 2023 ini, Harits juga menorehkan prestasi di tingkat Asia dengan keberhasilannya melakukan penerbitan sebanyak 61 buku dalam kurun  waktu 1 tahun sehingga ia pun dianugerahi gelar Grand Master Asia Book of Records karena prestasinya itu. Di tingkat nasional, Harits juga meraih penghargaan dari Indonesia Book of Records dengan tercatat sebagai dosen yang diterima bekerja di 10 kampus. Tidak hanya itu, Harits juga berhasil meraih predikat penulis dan editor profesional sekaligus dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui jalur Portofolio.

Harits Setyawan, Top 50 Scientists of Science and Technology Index (SINTA)

Berdasarkan data pada laman sinta.kemdikbud.go.id yang diakses pada hari Selasa 19 Desember 2023 pukul 15.00, ternyata Harits Setyawan juga merupakan dosen peringkat 1 Sinta Score Overall se-Institut Teknologi Sumatera dan Top 50 Scientists of Science and Technology Index dari 274.358 dosen se-Indonesia. Karena track record publikasi penelitiannya itu, ia pun terpilih sebagai salah satu respondent yang merekomendasikan dan menilai kampus melalui survei THE’s 2024 Global Academic Reputation untuk the Times Higher Education World University Rankings.

Di tahun 2022, Harits turut mempopulerkan bahasa Indonesia dan bahasa Daerah di kancah internasional dengan menulis buku dalam 4 bahasa, yakni bahasa Indonesia, Lampung, Jawa, dan Sunda. Seluruh buku tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar agar dapat dipahami dengan mudah oleh penutur bahasa asing. Kegemarannya dalam menulis juga membuat Harits berhasil meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia (LEPRID) di tahun 2021 dan predikat Akademisi Berkarya pada ajang Adi Acarya Award di tahun 2020.