ITERA Press Raih Penghargaan AHI 2023

Sebagai upaya meningkatkan kualitas publikasi dan sosialisasi program Institut Teknologi Sumatera (ITERA) kepada masyarakat, Humas Pusat ITERA berkolaborasi dengan Humas di seluruh unit kerja menyelenggarakan ajang penghargaan Anugerah Humas ITERA (AHI) 2023 pada hari Selasa 19 Desember kemarin. Pada ajang penghargaan tersebut, ITERA Press berhasil meraih penghargaan sebagai Pengelola Siaran Pers/ Berita Terbaik Kedua se-Institut Teknologi Sumatera.

Mewakili tim ITERA Press, Doni Alfaruqy menerima penghargaan itu di atas podium bersama peraih penghargaan lainnya. Doni menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Humas ITERA kepada unit-unit yang berprestasi dalam melaksanakan publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, prestasi tersebut dapat diraih berkat dukungan dan kerja keras seluruh tim ITERA Press. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Harits Setyawan, dosen DKV ITERA yang selama ini tekun menulis dan mengirim berita-berita terbaru tentang ITERA Press, baik di website maupun di media sosial.

ITERA Press Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa dalam Publikasi

Jumat 08 Desember 2023, ITERA Press menyelenggarakan seminar dengan tema Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa dalam Publikasi dan merupakan seminar kedua yang diadakan oleh ITERA Press di hari itu. Pada kesempatan tersebut, Harits Setyawan menyampaikan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam publikasi dapat dilakukan dengan kolaborasi menulis dosen dan mahasiswa. ITERA Press telah mengadakan program tersebut sejak tahun 2021 dan telah berhasil menerbitkan buku-buku di mana mahasiswa sebagai penulis utama maupun sebagai penulis pendamping. Beberapa contoh dari buku-buku itu yaitu Saat Esok Datang Kembali, Mimpi Bukan Lagi Mimpi (ISBN: 978-623-95199-6-4), IPK Bukan yang Utama tapi yang Pertama (ISBN: 978-623-95199-7-1), Mengejar Mimpi (ISBN: 978-623-98240-5-1), Every Large Tree Used to Be Young and Small (ISBN: 978-623-98240-9-9), Live Your Dream (ISBN: 978-623-98524-0-5), Change Your Mind, Change Your Destiny (ISBN: 978-623-98524-1-2), See You at the Top (ISBN: 978-623-98524-3-6), Tanpa Batas (ISBN: 978-623-98524-4-3), Nutrasetika Berbasis Kelapa: Pemanfaatan Kelapa Menjadi Pangan Fungsional untuk Pencegahan Stunting (ISBN: 978-623-8315-67-3), dan Gotong-Royong 5 Provinsi (ISBN: 978-623-8315-68-0).

Harits juga menjelaskan mendokumentasikan aktifitas mahasiswa dalam bentuk buku juga berkontribusi pada peningkatan partisipasi mahasiswa dalam publikasi. Tim Nusaantara mahasiswa program studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera secara rutin menulis buku tentang Artitektur Vernakular yang ada di Indonesia. Sebagai bagian dari pelaksanaannya, tim tersebut mengundang pemateri dari ITERA Press untuk kegiatan bedah buku dan penulisan buku populer dengan tema Panipahan Mengarungi Laut di tahun 2022 dan Menapak Jejak Suku Mentawai di tahun 2023. Tidak kalah semangat, tim Aksara juga menulis buku-buku yang berisi kumpulan puisi karya mahasiswa. Tercatat, beberapa buku yang sudah tim Aksara rampungkan yaitu Yang Tergambar dalam Ingatan, Melipat Jarak, Mendulang Waktu, Yang Mengaku Tenggelam adalah Kata-Kata, dan Menerbangkan Guratan Rasa. Tim tersebut juga mengundang pemateri dari ITERA Press untuk kegiatan-kegiatan pelatihan, seperti Pelatihan Penulisan Sastra Kreatif yang diadakan pada tahun 2020.

ITERA Press telah rutin menyelenggarakan seminar dan pelatihan sejak awal berdiri, baik seminar dan pelatihan yang diinisiasi oleh tim ITERA Press maupun seminar dan pelatihan yang diadakan oleh pihak lain dengan tim ITERA Press sebagai pemateri/ narasumber. Dalam melaksanakan seminar dan pelatihan, ITERA Press juga berkolaborasi dengan unit-unit lain di kampus Institut Teknologi Sumatera, salah satunya LPPM ITERA. Pelatihan Buku Ajar & Talkshow How to Avoid Predatory Journal dengan pemateri dari ITERA, UNILA, dan ITB yang diadakan pada tahun 2021 merupakan salah satu bentuk kolaborasi tersebut. Selain itu, ITERA Press juga berkolaborasi dengan pihak-pihak lain di luar kampus Institut Teknologi Sumatera, seperti seminar dengan tema Penerbit sebagai Unit Penunjang Akademik yang dipaparkan oleh ITERA Press dan ITK Press, serta telekonferensi dengan tema Regulasi Hak Cipta yang diadakan oleh Radio RRI 92,5 Pro 2. “Seluruh upaya tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan partisipasi mahasiswa dalam publikasi”, pungkasnya.

Kolaborasi ITERA Press dan ITK Press Paparkan Peran Penerbit dalam Menunjang Kegiatan Akademik

Jumat 08 Desember 2023, ITERA Press dan ITK Press mengadakan seminar dengan tema “Penerbit sebagai Unit Penunjang Akademik”. Mewakili ITERA Press, Harits Setyawan menyampaikan bahwa penerbit kampus memungkinkan civitas akademika untuk meraih berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai contohnya, ITERA Press berhasil membawa civitas akademika Institut Teknologi Sumatera meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) dan Indonesia Book of Records (IBoR) pada level nasional. Sementara itu pada level internasional, ITERA Press berhasil membawa civitas akademika Institut Teknologi Sumatera meraih penghargaan dari Asia Book of Records.

Selain itu, penerbit kampus juga memungkinkan lebih banyak keterlibatan mahasiswa dalam publikasi. Salah satu contoh buku kolaborasi dosen dan mahasiswa yang telah berhasil diterbitkan oleh ITERA Press yaitu Gotong Royong 5 Provinsi (ISBN: 978-623-8315-68-0) di mana mahasiswa sebagai penulis pertama dan Nutrasetika Berbasis Kelapa (ISBN: 978-623-8315-67-3) di mana mahasiswa sebagai penulis pendamping. Ia sangat mengapresiasi mahasiswa-mahasiswa ITERA yang aktif menulis buku, seperti Tim Nusaantara yang rutin menulis tentang arsitektur-arsitetur vernakuler di Indonesia dan Tim Aksara yang membuat buku-buku dalam bentuk kumpulan puisi.

Sementara itu mewakili ITK Press, Eko Agung Syaputra menyampaikan pentingnya menulis buku yang merupakan kewajiban bagi seorang dosen pada jenjang jabatan fungsional tertentu, jenis buku dan nilai angka kredit yang terbagi menjadi Buku Referensi, Buku Monograf, Buku Ajar, Book Chapter, serta Modul & Diktat, dan buku-buku yang sesuai kriteria Dikti. Keberadaan penerbit kampus mempermudah penulis dalam menerbitkan karya mereka. ITERA Press dan ITK Press menerbitkan buku civitas akademika tanpa biaya. Seluruh berkas-berkas yang diperlukan dalam menerbitkan buku dapat diakses pada laman kedua penerbit tersebut. Selain menerbitkan buku, ITERA Press dan ITK Press juga mengadakan bedah buku dan pelatihan bagi mahasiswa dan dosen.

Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa dalam Publikasi

✨ITERA PRESS SEMINAR SERIES 2023✨

Institut Teknologi Sumatera Press Proudy Presents

Tema: “Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa dalam Publikasi”

👨🏼‍💼Narasumber: Harits Setyawan (Institut Teknologi Sumatera Press)

👨🏼‍💼Narasumber: Doni Alfaruqy (Institut Teknologi Sumatera Press)

👨🏼‍💼 Moderator: Muhammad Arhan Rajab (Dosen Program Studi Sains Lingkungan Kelautan, ITERA)

🗓️ Hari, tanggal: Jumat, 08 Desember 2023
🕐 Waktu : 15.00 – 16.30 WIB
📝Link Zoom:
https://us02web.zoom.us/j/83969983804?pwd=bFZEdUpqQXBGdVhveUFkZ1lMOTNJdz09

Meeting ID: 839 6998 3804
Passcode: 255657

Penerbit sebagai Unit Penunjang Akademik

✨ITERA PRESS SEMINAR SERIES 2023✨

Institut Teknologi Sumatera Press Proudy Presents

Tema: “Penerbit sebagai Unit Penunjang Akademik”

👨🏼‍💼Narasumber: Eko Agung Syaputra (Institut Teknologi Kalimantan Press)

👨🏼‍💼Narasumber: Harits Setyawan (Institut Teknologi Sumatera Press)

👨🏼‍💼 Moderator: Doni Alfaruqy (Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual, ITERA)

🗓️ Hari, tanggal: Jumat, 08 Desember 2023
🕐 Waktu : 10.00 – 11.30 WIB
📝Link Zoom:
https://us02web.zoom.us/j/84589756771?pwd=NGUwMWJLRFNBMXp2VGkwL21KV0JEQT09

Meeting ID: 845 8975 6771
Passcode: 133991

Dosen DKV ITERA, Harits Setyawan, Kembali Raih Rekognisi Internasional

Harits Setyawan, Dosen DKV Institut Teknologi Sumatera

Dosen DKV Institut Teknologi Sumatera, Harits Setyawan, kembali raih rekognisi internasional dengan terpilih sebagai salah satu respondent untuk the Times Higher Education Wold University Rankings. Harits diundang untuk berpartisipasi dalam merekomendasikan dan menilai kampus melalui survei THE’s 2024 Global Academic Reputation. Ia dipilih karena rekam jejaknya yang gemilang sebagai dosen selama ini.

Sebelumnya di tahun 2023 ini, Harits Setyawan dinobatkan sebagai Grandmaster Asia Book of Records atas keberhasilannya melakukan penerbitan sebanyak 61 buku dalam kurun waktu 1 tahun. Ia juga menerima penghargaan dari Indonesia Book of Records dengan tercatat sebagai dosen yang diterima bekerja di 10 kampus di Indonesia. Tidak hanya itu, Harits juga berhasil membawa ITERA Press meraih penghargaan pada Pekan Penghargaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada bulan September lalu. Masih di tahun yang sama, ia meraih predikat penulis dan editor profesional sekaligus dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui jalur Portofolio. Bahkan, ia juga berhasil menjadi dosen peringkat 1 SINTA Score Overall se-Institut Teknologi Sumatera.

Harits Setyawan, Dosen Berprestasi pada Hasil Pencarian Google

Dengan berbagai prestasi yang diraihnya, tidak heran Harits Setyawan masuk ke dalam hasil penelusuran teratas “Dosen Berprestasi” di Google. Harits mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kampus ITERA. Menurutnya, prestasi-prestasi itu dapat diraih karena ia bekerja di kampus yang mendukung civitas akademikanya untuk meraih berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kampus terbaik di Indonesia, Institut Teknologi Sumatera.

ITERA Press Maksimalkan Peningkatan SINTA Skor Penulis dan Distribusi Buku

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Perpusnas RI tentang buku berbagai versi, “Buku yang dibuat dalam berbagai ukuran atau dibuat dalam berbagai format harus didaftarkan terpisah sehingga masing-masing mempunyai cantuman ISBN berbeda.”
(sumber: https://isbn.perpusnas.go.id/Home/Faq#section1), Perpusnas RI memberi ISBN pada beberapa bentuk buku, seperti cetak, PDF, ePUB, audio, dan audio-visual. Oleh sebab itu, sebuah buku bisa memiliki lebih dari 1 ISBN, pada umumnya yaitu ISBN untuk versi cetak dan ISBN untuk versi elektronik. Sayangnya, banyak penerbit hanya mengajukan 1 versi ISBN saja karena tidak ingin repot dengan pelaporan buku ke Perpusnas atau menganggap lebih dari 1 ISBN untuk sebuah buku tidak bermanfaat.

Bagi sebagian penulis, memiliki lebih dari 1 ISBN pada sebuah buku memang tidak membawa manfaat. Terlebih, buku elektronik bisa dicetak dan buku cetak pun pasti memiliki softcopy yang berbentuk elektronik. Akan tetapi bagi penggiat pendidikan tinggi, setiap versi ISBN sangat berarti demi mendorong peningkatan SINTA skor.

Buku merupakan salah satu jenis publikasi yang dapat diklaim pada laman SINTA. Pada kategori buku, ISBN menjadi patokan agar tidak bisa diklaim 2 kali oleh penulis yang sama. Berdasarkan mekanisme perekaman pada laman SINTA tersebut, baik ISBN versi cetak maupun ISBN versi elektronik pada sebuah buku dapat diklaim karena merupakan 2 ISBN yang berbeda.

ITERA Press mengkonversi buku ke dalam beberapa bentuk untuk dukung peningkatan SINTA skor penulis. Salah satu buku yang sudah berhasil diterbitkan dalam beberapa bentuk yaitu Writing for the Public: 978-623-95199-0-2 (Cetak), 978-623-8315-98-7 (PDF), 978-623-8315-44-4 (EPUB). Harits Setyawan mengungkapkan, “ITERA Press sudah mampu mengajukan 3 jenis ISBN tetapi Perpusnas RI menyediakan 5 jenis. Oleh sebab itu, kami akan terus meningkatkan kemampuan meskipun tidak mudah. ITERA Press memerlukan tidak hanya tenaga dan skill tetapi juga perangkat elektronik dan media penyimpanan yang mendukung.”.

Harits menambahkan, menerbitkan buku dalam berbagai bentuk memungkinkan jangkauan distribusi yang lebih luas sehingga buku dapat lebih mudah diakses oleh pembaca. Selain itu, buku juga akan mampu menjaring lebih banyak pembaca yang bisa berdampak pada peningkatan sitasi. Mempertimbangkan manfaat-manfaat yang dapat diraih oleh penulis, ITERA Press membuka pengajuan beberapa jenis ISBN untuk umum. Meskipun demikian, mengingat persediaan ISBN yang dikabarkan semakin sedikit. Perpusnas RI bisa jadi suatu saat melakukan pembatasan ISBN terhadap format dan ukuran buku. Oleh sebab itu, program ini akan diadakan selama pembatasan tersebut belum diterapkan.

ITERA Press Luncurkan Nomor Identifikasi Buku

Qr-code dan Barcode ITERA Press

Perpusnas RI kian hari kian membatasi pemberian ISBN. Hal itu menyebabkan tidak semua buku bisa memperoleh nomor identifikasi tersebut. Padahal, setiap buku yang terbit memerlukan tanda identitas agar mudah ditelusuri asal-usulnya. Oleh sebab itu, ITERA Press meluncurkan nomor identifikasi untuk buku-buku yang diterbitkan tanpa ISBN.

ITERA Press Book Number (IPBN) merupakan serangkaian nomor yang terdiri dari 13 digit angka sebagai tanda identitas buku. Sampul belakang buku yang diterbitkan tanpa ISBN akan diberikan Barcode dan Quick Response (QR) Code yang dapat dipindai menggunakan perangkat elektronik, seperti mobile phones dan scanners. Dengan demikian, masyarakat dapat menelusuri rekam jejak penulis dan penerbit.

Harits Setyawan menjelaskan buku tanpa identitas yang jelas dapat menimbulkan persepsi negatif dan kekhawatiran. Dengan memberikan tanda identitas pada setiap buku yang diterbitkan, penerbit akan mampu mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan, membantu penulis agar dikenal oleh masyarakat, serta mempermudah pembaca dalam membuat kutipan dan referensi.

ITERA Press Bersinergi “Dukung Program Studi Raih Predikat Unggul di Tingkat Nasional”

Harits Setyawan, Koordinator Permohonan ISBN dan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) ITERA Press

Tidak dapat dipungkiri, penerbit kampus berperan besar dalam menunjang kegiatan akademik. Dosen dapat menerbitkan buku dengan lebih mudah di penerbit yang sudah disediakan oleh kampus dan tanpa biaya. Bahkan, ada banyak penerbit kampus yang kini telah menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk membantu pemasaran dan pendistribusian buku. Tidak hanya itu, mahasiswa dapat belajar bagaimana mengelola sebuah penerbitan buku dengan mengikuti program magang Kampus Merdeka yang dapat memberikan pengalaman tentang dunia kerja. Mahasiswa juga berkesempatan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh penerbit kampus dan menimba ilmu dari narasumber-narasumber yang sukses berkat buku yang mereka tulis.

Sebagai salah satu penerbit kampus di Indonesia, ITERA Press mendukung tercapainya target publikasi, serta bersinergi dengan jurnal ilmiah dan sentra kekayaan intelektual yang juga telah disediakan oleh kampus. Salah satu hasil dari sinergi tersebut yaitu keberhasilan program studi DKV institut Teknologi Sumatera (ITERA) meraih peringkat 1 Sinta Score Overall dan peringkat 3 Sinta Score 3Yr dari 125 program studi desain se-Indonesia berdasarkan data di laman: https://sinta.kemdikbud.go.id/departments?q=desain+komunikasi+visual yang diakses pada hari kamis 09 November 2023. Di usia yang masih belia, prodi tersebut mampu memantapkan posisinya sebagai program studi desain yang unggul di tingkat nasional.

Harits Setyawan, koordinator Permohonan ISBN dan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) ITERA Press, menyampaikan unit-unit penunjang akademik yang disediakan oleh kampus merupakan kendaraan-kendaraan yang dapat membantu civitas akademikanya mencapai tujuan dengan lebih mudah. Oleh sebab itu, mari kelola dan gunakan dengan sebaik mungkin.

ITERA Press dan ITK Press Jalin Kerja Sama

Jumat, 20 Oktober 2023, Tim ITERA Press yang diwakili oleh Harits Setyawan, Doni Alfaruqy, dan Muhammad Arhan bertemu secara daring dengan Tim Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Press yang diwakili oleh Eko Agung Syaputra, Nursantina, dan Arief N. serta perwakilan dari LPPM Institut Teknologi Kalimantan dalam rangka menjalin kerjasama untuk mengembangkan penerbitan. Pada kesempatan itu, baik Tim ITERA Press maupun Tim ITK Press memaparkan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh penerbit PTN –Satker dan solusi-solusi yang diambil guna mengatasi tantangan-tantangan tersebut.

Harits Setyawan mewakili Tim ITERA Press menyampaikan pengalaman-pengalaman yang telah dilalui oleh Institut Teknologi Sumatera Press
Eko Agung Syaputra mewakili Tim ITK Press menyampaikan pengalaman-pengalaman yang telah dilalui oleh Institut Teknologi Kalimantan Press

Pertemuan tersebut semakin memperkaya wawasan kedua tim dalam mengelola sebuah unit di tengah kerasnya persaingan di dunia penerbitan buku. Kedua penerbit itu berencana mengadakan berbagai kerjasama untuk menunjang keberhasilan penerbit kampus. Dalam waktu dekat, Tim ITERA Press dan Tim ITK Press akan mengadakan pelatihan bersama sebagai langkah awal kerjasama kedua penerbit tersebut.